Mebeler Sejumlah SD di Kabupaten Bekasi Belum Tersedia

19525 medium pelajar sdn 730x355
Mebeler Sejumlah SD di Kabupaten Bekasi Belum Tersedia

Kabupaten Bekasi - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengkritisi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, karena tidak sigap dalam mengatasi permasalahan dunia pendidikan, khususnya dalam pengadaan bangku dan meja belajar (meubeler) untuk sejumlah ruang kelas. Sehingga hal tersebut membuat para siswa dan siswi belajar di lantai atau ngedeprok.

“Sepengetahuan saya, di 2017 ini anggaran murni ada kegiatan pembangunan ruang kelas baru. Sesuai kesepakatan awal antara Dinas Pendidikan (Disdik) dengan PUPR, tupoksi PUPR saat melakukan pembangunan sekolah, baik Unit Sekolah Baru (USB) maupun Ruang Kelas Baru (RKB) harus dibangun komplit dengan sarana dan prasarana penunjang, diantaranya meubeler di tiap ruangan,” jelasnya.

“Adapun Disdik, pengadaan meubeler untuk sekolah-sekolah lama (exsisting), yang memang masih banyak tunggakan di Tahun 2015 dan 2016, baik itu karena meubeler yang gagal lelang ataupun sekolah-sekolah yang masih kurang dan rusak,” sambung Nyumarno.

Kata dia, pada APBD murni 2017, di Dinas PUPR dianggarkan Rp22 miliar untuk pengadaan meubeler di sekolah yang dibangun. Namun, karena ada permasalahan kererlambatan lelang oleh Dinas PUPR terhadap bangunan-bangunan negara (termasuk bangunan sekolah), sehingga anggaran untuk meubeler pada Dinas PUPR tidak dapat terserap.

”Nah, salah satu contoh adalah SDN Mekarsari 04 Tambun. Sekolah yang Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) dikerjakan oleh PUPR, meubelernya belum ada. Dinas PUPR tidak melakukan penyerapan anggaran untuk meubeler sebesar Rp22 miliar. Ini harus evaluasi kinerja kepala bidangnya,” pinta Nyumarno. [GoBekasi]
Sudah dilihat 84 kali

Komentar