Mbah Marto Satu - Satunya Keluarga Cemara Di Notoyudan

12 July 2019, 12:18 WIB
4 0 119
Gambar untuk Mbah Marto Satu - Satunya Keluarga Cemara Di Notoyudan
(12/07) Di tengah kebingungan saya mencari teman-teman dari Atmago yang sedang berkegiatan di dusun Notoyudan , saya melihat satu teman saya di sebuah rumah warga.

Bersama teman saya tersebut , saya melihat dua orang ibu yang belum saya kenal. Segera saya berkenalan dengan mereka. Ternyata mereka adalah Bu Tini dan Mbah Marto warga Notoyudan n, kelurahan Pringgokusuman yang sedang diwawancarai teman saya dalam tugas menulis dari Atmago.

Menarik perhatian saya Mbah Marto Utomo ,yang berusia 69 tahun. Beliau Mencari penghidupan dari membuat cemara . Cemara disini adalah rambut panjang palsu yang digunakan dalam membuat konde .

Mbah Marto mulai meronce Cemara sejak tahun 1985. "Selagi masih muda saya bisa membuat 10 cemara, sekarang paling banyak hanya bisa membuat 4 cemara dalam sehari, saya sudah tua" ujarnya pada saya.

Dengan upah dua ribu rupiah setiap bijinya , Mbah Marto bertahan membuat cemara untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Terlebih sejak suami beliau meninggal di tahun 2003.
Dulu cemara yang dibuat nenek tujuh cucu ini terbuat dari rambut asli , sekarang rambut yang dironce adalah rambut sintetis.

Dengan senang hati Mbah Marto memperagakan pembuatan cemara pada kami. Pertama rambut - rambut yang masih kusut diurai , lalu dironce pada seutas benang kenur sehingga rambut memanjang 85cm. Mengkhawatirkan , ketika melihat beliau tidak pernah menggunakan masker dalam bekerja.

Nenek yang tinggal di RT 08 RW 25 notoyudan ini satu-satunya warga yang bertahan membuat cemara. " Dulu banyak tetangga yang buat, sebagian sudah berhenti , sebagian meninggal , saya tidak punya pilihan lain , keahlian saya hanya ini " , demikian beliau bercerita pada kami.
Padahal kami lihat beliau adalah perempuan tangguh dan "ubet" dalam mencari rejeki. Beliau juga membuat intip goreng ,juga masih menjual kebutuhan sehari-hari untuk para tetangga.

Mbah Marto mencoba mengajari anak-anaknya membuat cemara , tetapi tak satupun dari 4 anaknya mau mengerjakan. Mereka memilih pekerjaan lain . {Rins}

  Komentar untuk Mbah Marto Satu - Satunya Keluarga Cemara Di Notoyudan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!