Masyarakat Diimbau Untuk Tidak Membakar Sampah Sembarangan

33238 medium kp
Sejumlah hutan rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi titik rawan kebakaran hutan, apalagi di musim kemarau ini. Beberapa titik lain diantaranya adalah hutan rakyat di Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar hutan.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) DIY, R. Sutarto menjelaskan, beberapa titik rawan kebakaran hutan yang ada di DIY, diantaranya adalah Kulonprogo, Panggang, Gunungkidul, dan wilayah lainnya, yang rata-rata merupakan hutan rakyat.
Hutan rakyat ini biasanya ditumbuhi oleh pohon jati yang meranggas di musim kemarau.
Di kawasan Bantul, banyak pihak yang diduga sengaja membakar lahan tebu kering untuk membuka lahan baru. Sementara, membakar sampah daun jati kering juga bisa dijumpai di beberapa wilayah Gunungkidul.

Kebakaran hutan rakyat yang terjadi akhir-akhir ini antara lain di Kulonprogo di tanah milik rakyat. Sementara kebakaran di Karangmojo luasnya sekitar 0,4 hektare dan di Panggang kurang dari itu. Penyebab kebakaran karena faktor manusia yang melakukannya secara sengaja. Salah satunya adalah, orang kurang waras yang membakar sampah.

Di musim kemarau seperti ini banyak daun-daun kering yang sangat mudah terbakar. Api pun akan cepat membesar dan merembet jika dibiarkan terjadi. Pihaknya pun mengantisipasi kebakaran hutan ini dengan menempatkan personel di hutan rakyat. Polisi kehutanan pun berpatroli terus untuk mengawasi pembakaran lahan hutan.

Dishutbun juga melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk tidak melaksanakan pembukaan lahan dengan membakar lahan. Masyarakat diimbau agar tidak membakar sampah atau daun-daun karena hal ini akan membawa dampak buruk berupa polusi udara.

Hutan yang sulit dijangkau kendaraan pun menjadi sangat susah untuk dipadamkan jika terjadi kebakaran hutan. Sementara, untuk mengantisipasi kebakaran hutan, teknis pemadamannya dibuat semacam sekat agar api tidak melebar.

Pihaknya juga terus melakukan antisipasi dengan BPBD masing-masing Kabupaten untuk antisipasi kebakaran hutan ini.
Sudah dilihat 29 kali

Komentar