Masukkan Judul

Header illustration
Kenaikan harga sampai Rp 100 ribu per kilogram, ternyata tidak berdampak signifikan pada pedagang sapi. Yang terjadi, mereka justru mengalami kerugian karena harga mamalia berkaki empat ini yang cenderung turun. “Dagingnya memang naik, tapi harga sapi milik petani atau peternak hancur,” ujar Muin, salah seorang pedagang dan peternak sapi, Selasa (21/6).Pedagang sapi asal Mantup itu menyebutkan, penurunan harga berkisar antara Rp 1-2 juta per ekor dari harga rata-rata yang mencapai Rp 15 juta. Padahal sapi bagi petani merupakan barang investasiyang diharapkan bisa mendongkrak kehidupan perekonomian mereka. “Biasanya meski banyak yang pelihara sapi, harganya tidak naik banyak. Malah harganya bisa semakin turun,” pungkasnya
Sudah dilihat 116 kali

Komentar