Masuk ke Taman Sri Baduga Bakal Dikenakan Tarif

63977 medium 17629790 1833934880202475 2725815860143751147 n
Daya tampung pengunjung dan fasilitas umum di Taman Air Mancur Sri Baduga atau Situ Buleud Kabupaten Purwakarta sudah tidak memadai. Pemerintah daerah setempat membutuhkan sekitar Rp 10 miliar untuk program pengembangan kawasan tersebut.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengakui kondisi Situ Buleud membutuhkan perhatian khusus. "Kita akan perbaharui seluruh fasilitas yang ada. Tujuannya tentu untuk kenyamanan masyarakat," katanya, Minggu 16 Juni 2019.

Menurutnya, fasilitas umum yang perlu ditambahkan seperti toilet, lampu penerangan jalan, tempat ibadah (musala) dan tempat sampah. Anne juga mengusulkan penempatan ruang menyusui bayi bagi perempuan minimal sebanyak tiga lokasi di kawasan tersebut.

"Bisa jadi tahun depan kita revitalisasi kalau memadai. Untuk kebutuhan anggarannya mungkin lebih dari Rp 10 miliar," ujar Anne. Namun, ia berharap program pengembangan Situ Buleud bisa dipercepat untuk mendukung kinerja pengelola khusus tempat tersebut.

Anne menuturkan, pemerintah daerahnya tengah menyiapkan regulasi pengelolaan Taman Sri Baduga oleh unit khusus. Program pengembangan fasilitas itu diharapkan selesai sebelum unit tersebut terbentuk untuk mendukung pengelolaannya.

Setelah unit tersebut dibentuk, Anne memastikan ada tarif masuk ke Taman Sri Baduga khususnya saat pertunjukan air mancur raksasa yang ditampilkan setiap akhir pekan. Namun, ia belum bisa menyebutkan nominal tarif tersebut.

"Dalam Perda ini kami mengusulkan supaya besaran tiket masuk ini tak membebani pengunjung. Jadi, tiket hanya berlaku bagi pengunjung dari luar daerah saja. Untuk warga Purwakarta kami minta tetap gratis," tutur Anne menambahkan.

Kondisi fasilitas umum di Taman Sri Baduga yang rusak dan tidak berfungsi masih kerap dikeluhkan oleh pengunjung. Mereka umumnya mengeluhkan kondisi tempat duduk dari kayu yang mulai rusak dan patah. Ada juga yang menyesalkan fasilitas air minum yang sudah tidak berfungsi lagi.

"Kalau sampai diterapkan biaya masuk, menurut saya berlebihan. Benerin dulu saja kerusakannya," kata salah seorang pengunjung dari luar daerah, Sri (45). Selain itu, mereka juga berharap pemerintah menambah kapasitas pengunjung yang akan menyaksikan pertunjukan air mancur.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Purwakarta Iyus Permana menyatakan Peraturan Daerah yang menjadi landasan pembentukan unit khusus pengelolaan Situ Buleud masih dikaji Pemerintah provinsi. Ia belum bisa memastikan waktu dimulainya penerapan tarif masuk kawasan tersebut.

Mengenai kerusakan bangku di sekeliling Situ Buleud Iyus mengakui belum pernah ada perbaikan sejak pembangunannya selesai pada 2017 lalu. "Bangku itu cepat rusak karena bahannya kayu. Selama ini Rp20 juga anggaran yang ada hanya untuk operasional, listrik," tuturnya

Sumber: Pikiran Rakyat Online https://bit.ly/2Rko4Oe
Photo/Ilustrasi: Google
Sudah dilihat 23 kali

Komentar