Masjid Agung Al Musabaqah, Subang

34339 medium masjid agung subang jabar %281%29
Subang adalah salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat yang berada di kawasan pantai utara Jawa (Pantura). Nama Subang bagi kabupaten ini, konon berasal dari kata Suweng atau anting anting, namun ada juga yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama “Babakan Subang” yang merupakan kampung nya para muhajirin (pendatang) dari daerah yang bernama Subang di kabupaten Kuningan yang didatangkan oleh perusahaan perkebunan P & T Land ke daerah yang kini dikenal sebagai kabupaten Subang, dan ada juga yang mengindikasikan bahwa nama “Subang” bagi kabupaten ini berasal dari nama “Subang Larang” yang merupakan salah satu istri dari Prabu Siliwangi.

Sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam di wilayah kabupaten Subang memang tidak dapat dilepaskan dari peran RM. Wangsa Ghofarana. Beliau disebut sebut sebagai orang pertama yang membawa dan menyebarkan Islam di wilayah ini. Wangsa Ghofarana Beliau adalah putera Sunan Wanapati, raja di Talaga. Menurut silsilah Cianjur, ia putra Sunan Ciburang putra Sunan Wanaperi dan masih merupakan keturunan dari Ratu Galuh dan Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran.

Ghofarana dikatakan sebagai orang pertama dari Talaga yang memeluk ajaran Islam. Penyebaran Islam ke talaga adalah hasil kegiatan Sunan Gunungjati. Wangsa Ghofarana dimakamkan di Nangkabeurit, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, hingga kini makam beliau ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Nama beliau kini diabadikan sebagai nama jalan yang membentang di depan Masjid Agung Al-Musabaqoh Kabupaten Subang yang sebelumnya bernama Jalan Masjid Agung.

Masjid Agung Al-Musabaqoh Kabupaten Subang ini berada di sebelah barat Alun Alun, antara keduanya dipisahkan oleh ruas Jalan RA. Wangsa Ghofarana. Di sebelah utara masjid, berdiri Kantor Satpol PP yang masih asli dengan nuansa kolonial-nya, sedangkan disebelah selatan masjid terdapat Gedung Da’wah Islam sekaligus Kantor DPD Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Subang. Lokasi Masjid Agung Subang ini juga berhadapan langsung dengan Kantor Bupati Subang yang berada di Jalan Dewi Sartika di sisi timur alun alun.

Menurut data Kemenag, Masjid Agung Subang dibangun tahun 1978 di atas tanah wakaf seluas 10.000 m2 dengan luas bangunan 7.500 m2 dan mampu menampung 1000 jemaah. Masjid ini juga telah memperoleh nomor identitas masjid yakni 01.2.13.13.03.000001. Namun demikian, bangunan masjid yang kini berdiri merupakan bangunan hasil renovasi tahun 1993 di masa kepemimpinan Bupati Eep Hidayat dan atas bantuan Menteri Perhubungan ketika itu, Haryanto Danutirto.

Pada awalnya bangunan masjid agung ini berupa bangunan beton dengan kubah utama bundar di atapnya ditambah dengan beberapa kubah yang lebih kecil dan dilengkapi dengan satu menara. Keseluruhan bangunannya di cat warna putih seperti masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bangunan tersebut kemudian dirombak total ke bentuknya saat ini dengan rancangan yang sama sekali berbeda.

Dibangun dalam rancangan masjid modern, bangunannya terdiri dari dua lantai, dilengkapi dengan tiga pintu akses, masing masing di sisi timur, utara dan selatan. Setiap pintu akses ini dilengkapi dengan beranda. Dua menara mengapit induk bangunan di sisi utara dan selatan bangunan masjid, menambah anggun bangunan masjid termegah dan terbesar di kabupaten Subang ini.

Masjid Agung Subang
Jl. RA. Wangsa Ghofarana No. 7, Karanganyar, Kec. Subang
Kabupaten Subang, Jawa Barat 41215
Indonesia
Sudah dilihat 21 kali

Komentar