MASIH PERLUKAH SOSIALISASI TENTANG PENTINGNYA TANAMAN MANGROVE??..

26 October 2019, 11:14 WIB
2 1 137
Gambar untuk MASIH PERLUKAH SOSIALISASI TENTANG PENTINGNYA TANAMAN MANGROVE??..
Tidak mudah membuat masyarakat sadar untuk peduli terhadap lingkungannya, jika tidak dimulai sejak dini, mungkin keinginan itu tidak akan pernah tumbuh dalam kesadaran tiap individu – individu masyarakat.

Dalam hal ini bisa dimulai dari hal kecil seperti menjaga kelestarian hutan mangrove yang hampir bisa kita lihat di setiap pesisir pantai di Indonesia. Salah satunya adalah hutan mangrove di pesisir pantai Boom Banyuwangi yang letaknya tepat sebelum pintu masuk kawasan wisata pantai Boom Banyuwangi.

Seperti yang sudah kita tahu bahwa tanaman mangrove mempunya banyak manfaat antara lain: sebagai pencegah abrasi (pengikisan tanah akibat air laut), penghasil oksigen, tempat tinggal berbagai tumbuhan dan hewan kecil (seperti kepiting, kerang, ikan-ikan kecil, dan spesies primate yang tinggal di dahan mangrove itu ), dan masih banyak manfaat yang lain.

Saat ini kawasan hutan mangrove pantai boom ini kurang terjaga kebersihannya. tingkat kesadaran masyarakat masih rendah, hal ini dapat kita lihat dari masih banyaknya sampah – sampah rumah tangga yang dapat kita temui di sepanjang aliran sungai hutan mangrove, apalagi kawasan mangrove ini bersebelahan dengan pemukiman penduduk.

Menurut bu Sumiati warga setempat, sebelum tahun 2007 sempat terjadi abrasi dimana air laut sempat masuk ke pemukiman warga lewat gorong-gorong air. Untuk mengatasi hal yang sama terulang pemerintah sudah membangun plengsengan di sepanjang aliran kawasan hutan mangrove yang bersebelahan dengan pemukiman penduduk.

Ditambahkan oleh pak Husnan, sebenarnya sudah ada berbagai upaya yang dilakukan oleh beberapa instansi – instansi daerah maupun organisasi – organisasi peduli lingkungan yang memberikan sosialisasi langsung dengan mengadakan kegiatan bersih- bersih sampah disekitar kawasan mangrove untuk menggugah kesadaran warga terhadap lingkungannya. Kegiatan ini biasanya diadakan setiap 2 – 6 bulan sekali.

Namun sepertinya hal ini belum memberikan dampak yang signifikan, masih banyak sampah-sampah yang kita temui disekitar kawasan mangrove ini. Bau aliran sungai yang menyengat sepertinya sudah menjadi hal yang biasa selama tidak mengganggu kegiatan aktifitas warga sehari-hari.

Setelah melakukan pemantauan langsung kemarin (25/10/2019) bisa ditarik kesimpulan bahwa sangat perlu sekali adanya sosialisasi dari pemerintah setempat yang dilakukan secara rutin, karena warga perlu tahu bahwa tanaman mangrove memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat pesisir pantai. Oleh karena itu kelestariannya harus terus dijaga sehingga anak cucu kita nantinya juga dapat merasakan manfaatnya.

Jadikan kota kita kota yang bersih dan nyaman.

  1 Komentar untuk MASIH PERLUKAH SOSIALISASI TENTANG PENTINGNYA TANAMAN MANGROVE??..

Tulis komentarmu...

Other Posts

Terbaru

Berita Warga
3 jam lalu

Mitigasi Perubahan Iklim

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Janapria, Lombok Tengah

Terpopuler

  1. Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  2. Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  3. "Gerakan Serentak Penegakan Protokol Covid-19" di Jalan Tamansiswa, Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Oct 2020
  4. Ini Reaksi Tubuh Saat Covid19 Menyerang

    Muh Agung  di  Solokuro, Lamongan  |  18 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    NO ONE LEFT BEHIND

    Sulis Jember  di  Jember  |  12 jam lalu
  3. 2
    Komentar

    Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  4. 2
    Komentar

    Sebagian Kain Menghasilkan Mikroplastik Ketika Dicuci

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Songgon, Banyuwangi  |  18 Oct 2020