Masih Ada Delapan Titik Longsor di Jalan Trans Palu-Kulawi

60419 medium post 66101 029cb1ec cf01 4bca aa19 da6ae758377d 2019 05 05t16 18 26.334 08 00
Bencana banjir bandang di sejumlah desa di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tidak hanya menerjang ratusan rumah warga. Banjir beserta lumpur dan kayu ini, juga memutuskan ruas jalan di jalur poros Palu-Kulawi. Hingga saat ini ruas jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Dari pantauan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) di lokasi, ada delapan titik longsor yang masih menutupi badan jalan di jalur poros Palu-Kulawi. Lokasi tersebut tepatnya di Desa Namo, Kecamatan Kulawi.

“Sore tadi, kami ingin mendistribusi bantuan paket pangan ke Wilayah Kulawi. Namun hal tersebut tiak dapat kami lakukan. Sebab, jalur darat tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” kata Penanggung jawab program ACT Sulteng, Mustafa, di lokasi longsor, Sabtu (4/5).

Sejumlah relawan ACT berupaya membantu warga yang mengendarai sepeda motor yang mencoba menerobos longsor tersebut.

Sementara itu Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, membenarkan jika longsor masih terdapat delapan titik di jalur poros Palu-Kulawi.

“Saya sudah memerintahkan semua pihak terkait, termasuk pihak ketiga, untuk mempercepat proses pembersihan ruas jalan yang masih terdapat longsor. Akses ini harus dibuka sebelum memaskui hari pertama ramadhan,” kata Longki, saat meninjau lokasi longsor di wilayah tersebut.

Longki bersama BPBD Sulteng didampingi Kadis Sosial, meninjau langsung titik longsor tersebut dengan menggunakan kendaraan roda dua, Sabtu (4/5).

Meskipun masih terdapat delapan titik longsor, sejumlah kendaraan roda dua mencoba melintas di jalur tersebut. Para pegendara harus melewati jalur yang sulit, agar bisa sampai ke tujuan. (Taf)

sumber: suara palu
Sudah dilihat 16 kali

Komentar