MARI SEKOLAHKAN EMOSI

42980 medium post 50008 7874aeac 61d4 4f31 9528 1865552cef10 2018 12 16t21 20 32.889 08 00 42981 medium post 50008 58ef8fbb 274c 4f07 a265 f49738fdb76a 2018 12 16t21 20 34.394 08 00 42982 medium post 50008 fba445dd 0e76 4708 9bdc 59385c7f72dd 2018 12 16t21 20 35.581 08 00 42983 medium post 50008 377eed7a c6d8 4ede 86a0 20db881ecc5a 2018 12 16t21 20 36.481 08 00
Dunia pendidikan identik dengan dua proses sekaligus yaitu pendidikan dan pembelajaran, include input, output dan outcome-nya. Berbagai elemen ini tidak asyik dibahas satu persatu sebagai anasir pendidikan, karena sejatinya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Satu elemen bertaut utuh dengan elemen berikut. Membicarakan kualitas satu elemen, tentu akan menjadi pemicu/dasar bagi pembahasan mutu elemen yang lainnya.
Kualitas pendidikan secara umum juga tidak terlepas dari berbagai elemen dimaksud. Yang pengukurannya agak sulit dan abstrak adalah outcome. Akan tetapi justru pada yang abstrak itulah kesejatian hasil pendidikan dapat dituai manfaatnya secara maksimal. Tidak sedikit upaya untuk mewujudkan hasrat tersebut, salah satunya melalui penerapan pendidikan karakter.
Ya...karakter menjadi tuntutan dan kebutuhan utama. Representasi utuh hasil pendidikan dan pembelajaran. Ironisnya, pada bagian ini, institusi pendidikan dan juga keluarga sering kali lengah dan kecolongan.
Banyak kasus yang terjadi melibatkan insan dunia pendidikan dari waktu ke waktu. Ini menjadi dasar "legal" tuduhan dari berbagai pihak bahwa dunia pendidikan telah gagal mencetak anak bangsa dengan karakter yang baik. Meski kasus-kasus tersebut secara ilmiah tentu tidak dapat dijadikan sebagai dasar generalisasi, tapi masyarakat juga tidak mau terpaku pada aturan ilmiah dalam memberikan label.
Seperti kejadian Malam Minggu kemarin di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Beberapa orang yang teridentifikasi masih berstatus siswa terlibat perkelahian (tawuran) dengan menyisakan korban. Banyak masyarakat yang menghujat dan menganggap hal tersebut tidak pantas. Terlepas dari itu semua, urgensi pendidikan karakter sangat diperlukan, terlebih lagi Pendidikan Agama. Setidaknya ilmu yang diperoleh dapat menjadi landasan pikir bagi anak dalam bertindak.
Sebaiknya institusi pendidikan berpikir ulang tentang fokus pendidikan yang dilakukan. Tidak terpaku pada kerja administrasi dan intelektual semata tapi juga memperhatikan pengembangan karakter dan moral anak. MARI SEKOLAHKAN EMOSI ANAK DIDIK KITA... SALAM EDUKASI... #berubahbersamaatmaGO
Sudah dilihat 96 kali

Komentar

  • 10240 new thumb pt2018 07 03 21 36 23

    Emosi tidak selalu berbicara negatif. Tp cenderung dipahami negatif sehingga negatiflah yg dominan muncul.

  • 11211 new thumb user 11211 8027d6e9 04a1 4572 9027 279abe430f4a 2018 09 23t16 57 24.781 08 00

    Mari Sekolahkan Emosi...
    Sangat setuju,
    Namun upaya ini harus menjadi GERAKAN BERSAMA semua elemen yg terkait dengan Pendidikan, karena hasilnya kemungkinan akan Menyedihkan, jika hanya guru yg harus berjuang SENDIRI, sementara disatu pihak, guru sudah di "bebani" dengan tugas adiministrasi yg sungguh tidak sedikit memakan waktu dan tenaga. Terus kalo sudah capek dg administrasi, bagaimana mau fokus ke pembinaan karakter yang merupakan jalan menuju SEKOLAH EMOSI utk anak2 kita? 🙏

  • 11715 new thumb img 6094

    gerakan sekolahkan emosi anak untuk membina karakter mereka dibeberapa sekolah msih sulit karna pengangkatan guru tidak dites masalah emosinya, tapi saya pernah masuk dbeberapa skolah bagi guru yang kurang sabar atau tdak tau cara menangani emosi negatif siswa maka guru tersebut dikeluarkan sbgai sangsinya . uji coba klyakannya sekitar 6 bulan. bagaimana mnurut bunda ???? moga ada solusi.....😘😘😘

  • 11715 new thumb img 6094

    gerakan sekolahkan emosi anak untuk membina karakter mereka dibeberapa sekolah msih sulit karna pengangkatan guru tidak dites masalah emosinya, tapi saya pernah masuk dbeberapa skolah bagi guru yang kurang sabar atau tdak tau cara menangani emosi negatif siswa maka guru tersebut dikeluarkan sbgai sangsinya . uji coba klyakannya sekitar 6 bulan. bagaimana mnurut bunda ???? moga ada solusi.....😘😘😘

  • Missing avatar

    Emosi itu tentang rasa hati. Akan menjadi nikmat dirasakan kala terpuaskan. Namuan akan terasa perih saat tak mampu beresonansi dengan hati.
    Produk emosi yang membawa malapetaka hanya bisa dikendalikan dengan ilmu dan pendidikan itu sendiri...