Mantan Caleg DPD RI Diduga Kuat Dalang Penikaman Ketum HMI Cabang Palu

59784 medium post 65606 35171764 f1ee 4cef b1d9 116f3ba61675 2019 04 27t19 18 48.940 08 00
 Peristiwa penganiayaan yang berujung penikaman terhadap Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu, Karimul Hamid yang terjadi sekertariat HMI Cabang Palu,Rabu (24/04/2019),Pukul 21.30 Wita dimulai,sejumlah calon tersangka tengah diburu oleh polisi terkait kasus ini.

Bahkan,Lembaga Bantuan Hukum (LBH)Sulteng menyiapkan sejumlah pengacara terbaiknya untuk mengawal dan mendampingi kasus ini,saat ini telah ada lima pengacara yang menandatangani surat Kuasa pendampingan Korban Karimul Hamid.

“Kasus ini harus diusut tuntas,kami dari LBH Sulteng akan mengawal kasus ini hingga ke pengadilan ” ujar Ahmar SH selaku direktur LBH Sulteng.

Menurut Ahmar,sejumlah pengacara telah menghubunginya dan siap bergabung dalam tim advokasi kasus penikaman ketua HMI Cabang Palu ini,sehingga kemungkinan besar komposisi Pengacara untuk kasus ini akan semakin bertambah.

“Saat ini baru lima pengacara. Kemungkinan kedepan bisa saja bertambah lagi,” ungkapnya kepada portalsulawesi.

Kronologi peristiwa penganiyaan berujung penikaman tersebut terjadi Rabu malam, (24/4/2019) Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore,tepatnya di kantor sekertariat HMi Cabang Palu.

Perisriwa ini ditangani polisi Berdasarkan laporan polisi nomor LP-B/450/IV/2019/Sulteng/Resor Palu tanggal 25 April 2019, dalam uraian laporan polisi tersebut diungkap bahwa dalang dari insiden penikaman itu diduga dilakukan oleh salah seorang bernama Samsidi Markus.

Samsidi Markus yang diduga memprovokasi kelompok yang melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap Ketua HMI Cabang Palu tersebut adalah Salah satu kandidat Calon Legislatif lewat Jalur Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan sulawesi tengah.

Dalam laporan polisi, peristiwa itu bermula pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 Wita di Jalan Tona Roa, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, tepatnya di sekretariat HMI Cabang Palu.

Saat itu, Karimul Hamid berserta pengurusnya sedang melangsungkan rapat program kerja. Tiba-tiba datang sekelompok orang mengejar korban yang mana saat itu Samsidi berteriak hajar dan tikam. Sehingga Karimul Hamid berlari ke arah pantai dan ditikam. Akibatnya korban mengalami luka tusuk dibagian bawah punggung.

Saat dimintai keterangan, Karimul Hamid membenarkan adanya teriakan dari pelaku yang terkesan memerintahkan anggotanya melakukan aksi pemukulan.

“Saat itu dia bilang, kalau tidak berani pukul, tikam saja. Pelaku mengatakan begitu,” akunya kepada sejumlah pewarta.

Akhirnya, sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah 20an  keluar dari sekretariat HMI Cabang Palu lalu mengejar korban beserta pengurus HMI Cabang palu yang berjumlah 12 orang.

Saat dikejar, Karim sapaan akrab ketua umum HMI Cabang Palu berusaha melarikan diri ke pesisir pantai guna menghindari pengejaran. Dalam pengejaran itu, salah satu pengurusnya terjatuh.

Karena dikhawatirkan akan dikeroyok oleh 20 orang tersebut, Karim menyelamatkan pengurusnya. Akan tetapi, dirinya dikeroyok dan terjadinya penikaman. Karim mengaku, pelaku tersebut bernama Aristo Iman.

“Saat itu, pelaku memegang pisau ditangannya berniat menusuk bagian perut. Tapi saya berpaling dan yang kena bagian belakang saya,” jelasnya.

Saat ini,Korban penikaman masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Undata Palu,sementara sejumlah orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan penikaman masih dalam pengejaran pihak kepolisian resort Palu.

Dari beberapa cuplikan video yang didapatkan redaksi Portalsulawesi sebelum kejadian penikaman tersebut di sekertariat HMI Cabang Palu di kelurahan Tondo,tampak sekelompok orang yang diduga pelaku pengeroyokan dan penikaman sedang beusaha membubarkan paksa sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh HMI Cabang Palu.

Kapolres Palu,AKBP Mujianto S.I.K dihubungi portalsulawesi membenarkan pihaknya menangani kasus tersebut,menurut kapolres pihaknya sedang memburu sejumlah nama yang diduga kuat terlibat kasus penganiayaan tersebut.

“Pelakunya sementara kita kejar,kasus ini pasti kami tangani secara profesional” ungkap Mujianto

sumber: Portal Sulawesi
Sudah dilihat 74 kali

Komentar