Lombok Bangkit

38017 medium download
#LombokBangkit#LombokBersamaAtmago
Azan subuh berkomandan kujalani segala perintah itu,kusyukuri wajahku memohon ampun atas segala kesalahan dan kesombonganku.

waktu pagi pajar mulai terbagun jauh pandaganku ke hamparan sawah yg masih hitam di pajar ini.diujung sawah bukit indah berkabut mulai memancarkan cahaya.ditengah sawah ku pandang cukup lama ada gambaran segitinga dari kejauhan segitinga itu bermacam -macam rupa ada yg bersinar adapun yg gelap. segitiga itu adalah kumpulan tenda tenda pengusian warga korban gempa.yang berusaha mampu menahan diri dalam penuh rasa kedinginan saat malam dan panas menyengat saat siang.

Anak -anak ibu - ibu dan bapak-bapak yang selalu berada dirumah mereka yang nyaman
kini hancur tak bisa ia tempati lagi seperti biasanya.
balita yang setiap malam aman dalam pelukan bunda merasa nyaman,kini setiap malam menangis dan merintih karena kedinginan dan badannya gatal-gatal.

Adapun anak korban pada saat kejadian itu matanya bulat mengejab memandang lagit malam alam dingin menjadi selimut abadi tangan mungil menggapai penuh harap rusuh dan terluka kakinya yang lelah berlari telah tergores penuh darah mereka menangis keras mencari cari keluarga mereka semua berlari dan ia tidak mengerti bahkan tersentak dalam keadan gelap ia merasa semua serba asing hawa ketakutan menyapa jiwanya dan ingin kembali bersama keluarganya.

Anak-anak korban itu mulai tersenyum setelah lama sulit diajak bicara dan tetap matanya yang kosong.
puing- puing gempa masih banyak berserakan,semua waraga yang dalam keadaan selamat rela tinggal di tenda tenda pengungsian, pnegungsian yang tak perna habis cerita tentang kekurangan air makanan yang semakin menipis penyakit yang silih
berganti berdatangan serta luka trauma yang belum pulih karena seribuan gempa.

Relawan -relawan yang banyak berdatangan membawakan makanan minuman alat mandi membuat mereka merasa dipedulikan bahkan mereka bahagia mulai bisa tersenyum dan mereka jungak tidak selalu dibawahkan itu semua, hayanlah cukup mereka selalu datang tanpa membawa apapun mereka haya ingin slalun didatangi di temani untuk bercerita atas segala apa yang mereka alami pada saat itu.

Kawan!
Mari kita tanamkan rasa kepedulian kita rasa persaudaraan kita kepada mereka
membantu mereka kembali untuk bangkit.
Jangan diamkan jarimu, pikiranmu,uangmu, tenagamu,dan waktumu tak bersangkut sama sekali untuk membantu saudara- saudara kita. #LOMBOK #LOMBOK BERSAMA ATMAGO#

from Herman,S.Pd
hp.081907882478
Sudah dilihat 31 kali

Komentar