Lomba Kaulinan Urang Lembur, Lestarikan Permainan Tradisional Sunda

31494 medium kaulinan husnul
TANAH SAREAL, AYOBOGOR.COM--Ratusan pelajar di Kota Bogor antusias memainkan permainan tradisional di Lapangan GOR Pajajaran. Mereka tak sekedar bermain tetapi berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam Lomba Kaulinan Urang Lembur yang digelar pada Rabu, (29/8/2018).

Para peserta yang terdiri dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama itu harus memainkan sebanyak 8 permainan tradisional secara estafet, yang tercepat menyelesaikan permainan akan menjadi pemenang.

Permainan yang harus dilewati oleh para pelajar itu semuanya adalah permainan anak-anak zaman dahulu yakni Enggrang, bedil jepret, rorodaan, babancakan, gatrik,, sumpit, kelom batok dan gansing.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Sahlan Rasyidi mengatakan lomba Kaulinan Urang Lembur merupakan agenda tahunan di Kota Hujan yang merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan permainan tradisional yang hampir punah.

"Tujuan utamanya memasyarakatkan kembali permainan tradisional karena kita lihat permainan tradisional ini sudah mulai punah terutama di kalangan pelajar karena sekarang banyaknya aplikasi game yang disenangi anak," kata Sahlan di sela-sela acara.

Sahlan mengatakan kaulinan urang lembur perlu untuk dimasyarakatkan bukan hanya karena kurang diminati oleh anak-anak tapi juga karena banyaknya nilai-nilai positif yang terkandung dalam permainan yang harus disebarkab kepada anak-anak seperti rasa kebersamaan, kekompakan dan membuat anak-anak menjadi bergerak.

"Seperti yang kita ketahui permainan tradisional ini mengandung banyak filosofi yang terkandung seperti kebersamaan, filosofi ini perlu ditingkatkan kembali di kalangan pelajar dan lomba ini juga akan menanamkan rasa memiliki permainan tradisional Sunda kepada anak-anak," kata Sahlan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan permainan tradisional memang harus dilestarikan ditengah gencarnya gempuran permainan game berupa aplikasi sebab menurut Bima permainan anak-anak zaman sekarang banyak dampak negatifnya seperti merusak mata, merusak pikiran, menghabiskan waktu dan membuat badan tidak bergerak.

"Saya termasuk generasi bahagia yang merasakan indahnya main tali, main benteng dan lain-lain yang mungkin kenangannya lebih indah dibandingkan main gawai jadi di Bogor kaulinan urang lembur dikampanyekan supaya bukan hanya sekedar menjaga kesenian tradisional kita tapi juga membuat permainan ini lestari dan tetap meneruskan nilai tradisi nenek moyang kita," kata Bima.

Bima berharap melalui lomba Kaulinan Urang Lembur ini tidak hanya membuat permainan tradisional menjadi lestari tapi juga membuat anak-anak mendapatkan pelajaran dari nilai-nilai positif yang terkandung dalam permainan seperti semangat kebersamaan dan kekompakan.

Oleh Husnul Khatimah, pada Aug 29, 2018
Editor : Andri Ridwan Fauzi
Sudah dilihat 18 kali

Komentar