Lendriaty Janis, 'Kartini' yang 12 Tahun Bertugas di Wilayah Konflik

59522 medium save 20190421 204246
Oleh : Fira Nursyabani

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Cibinong Kabupaten Bogor, Lendriaty Janis memiliki moto hidup 'pantang menyerah'. Buktinya ia mampu melalui masa-masa terberatnya bertugas selama 12 tahun di wilayah konflik bersenjata.

"Apapun orang katakan tidak boleh membuat perempuan menyerah, justru perempuan mampu meraih apa yang dicita-citakan. Semangat perjuangan Kartini harus diteladani dan diikuti perempuan," ucapnya, Minggu (21/4/2019).

Wanita kelahiran Padang ini sedikit berbagi cerita di momen Hari Kartini 21 April, tentang pengalamannya selama menjalani profesi sebagai hakim. Padahal, ia tak sedikitpun bercita-cita menjadi ‘wakil tuhan’, meski saat itu ayahnya seorang hakim.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, pada 1985, ia lebih memilih bekerja sebagai karyawan swasta, di BCA Cabang Padang. Tapi karirnya sebagai pegawai swasta berakhir ketika menikah dengan Dirsyaf yang bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Lhokseumawe, Aceh Utara.

Alumni Magister Hukum Universitas Trisakti Jakarta ini lantas memutuskan untuk bekerja sebagai PNS di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, pada 198. Menjadi PNS ini merupakan permintaan sang suami.

“Waktu itu suami bilang kalau bisa salah satu di antara kita ada yang bekerja menjadi PNS,” ungkapnya.

Karirnya berlanjut menjadi panitera pengganti di PN Lhokseumawe. Kemudian, Lendriaty menjadi calon hakim di PN Lhokseumawe, dan pada 1996 ia diangkat sebagai hakim di PN Bireuen Aceh. Tapi, selang dua tahun, Lendriaty kembali dimutasikan sebagai hakim di PN Lhokseumawe.

Waktu bertugas di PN Lhokseumawe dan PN Biereun menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi dirinya, karena kondisi Nangroe Aceh Darussalam saat itu tengah mengalami konflik bersenjata. Jika dihitung, Lendriaty menghabiskan waktunya selama 12 tahun bertugas di wilayah konfilik bersenjata.

Kemudian, pada pertengahan 2001 ia pindah tugas ke PN Negeri Serang, berlanjut menjadi Ketua PN Kalianda, dan Ketua PN Sukabumi. Hingga akhirnya pada 14 Agustus 2017 bertugas sebagai Ketua PN Cibinong Kelas I A.

Sementara itu, Humas PN Cibinong Kelas I A, Ben Ronald Situmorang menyebutkan, kehadiran wanita yang disapanya ‘Bunda’ ini telah membawa pembaharuan. Menurutnya, pimpinan barunya ini kerap turun langsung memeriksa segala persoalan.

Beberapa inovasi yang dikembangkan antara lain, implementasi peradilan berbasis digital. Penerapannya dimulai dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kemudian, pembayaran biaya perkara online (e-panjar) dan penerapan e-court bagi pengguna terdaftar.

“Beliau adalah sosok wanita pembawa pembaharuan di dunia peradilan menuju peradilan berbasis digital di bumi tegar beriman,” tuturnya.

Sudah dilihat 107 kali

Komentar