Lemper Kudapan Warisan Leluhur Yang Lezat Dan Sarat Makna

68692 medium post 72783 023d1deb 2098 4366 9fdf 6b9e1e194965 2019 08 02t22 34 50.860 07 00 68693 medium post 72783 940c4a55 6921 40b9 9b16 8e8e99144d00 2019 08 02t22 34 51.509 07 00 68694 medium post 72783 b72d2c87 d244 4ede aec4 3d36620c7052 2019 08 02t22 34 52.034 07 00
gilangharjo.co Lemper adalah makanan favorit yang selalu ada dalam setiap acara besar di daerah Yogyakarta, Jawa Tengah dan bahkan seluruh Nusantara. Mulai dari acara resepsi pernikahan, sunatan, peringatan hari kematian, sampai pengajian. Rasanya enak dan sangat Indonesia . Lemper dibuat dari ketan yang dikukus dan di dalamnya terdapat isian, mulai abon, daging ayam , daging sapi ,ada juga campuran kelapa atau srundeng. Penyajiannya dibungkus daun pisang pilihan, ujung - ujungnya disemat lidi dari bambu.

Jangan sombong saat dipuji adalah makna yang terkandung dalam lemper . Filosofi yang sangat bagus, “yen dilem atimu ojo memper” yang artinya ketika dipuji maka hatimu jangan sombong atau berbangga diri.

Bukankah sering terjadi ? Pujian bukannya menjadi suatu pelajaran , malah menumbuhkan rasa kebanggaan yang berlebihan. Merasa sombong dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya.

Ketika memakan kudapan satu ini, hendaknya kita bisa mengartikan petuah di dalamnya . Leluhur kita menciptakan makanan ini dengan kearifan yang mendalam.

Di atas dirimu yang sudah hebat itu, masih ada lainnya yang lebih hebat lagi. Lemper , kue sederhana warisan leluhur, dibuat dengan beberapa proses yang tidak sederhana, dan esensi di dalamnya sangat luas. (Rins)

foto : koleksi pribadi dan google
Sudah dilihat 39 kali

Komentar