Lambunu Kampungku

64309 medium img 20190620 wa0015
Saya tersadar dari tidur lelapku karena Suara adzan subuh berkumandang yang membangunkan siapa pun yang masih terlelap dalam tidurnya. Suara kokok ayam melengking engisi senyapnya udara setiap pagi di desa Lambunu.

Desa Lambunu adalah Salah satu desa yang berada di kecamatan Bolano Lambunu, kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.
Saya di lahirkan dan dibesarkan di desa Lambunu, meskipun sekarang jarang pulang kelambunu karena harus menuntut ilmu ke Daerah Lain.

Sepanjang jalan memasuki Desa Lambunu ini akan nampak terlihat Lautan Yang luas, sungai,persawahan, pegunungan dan perkebunan yang masih terjaga keasriannya yang seolah-olah menyambut siapa pun yang datang. Juga terdapat beberapa masjid yang sepanjang jalan mudah kita temui, meskipun bangunan Masjidnya masih sederhana tetapi kebersihannya sangat terjaga. Jika musim libur tiba, banyak anak rantau yang pulang kampung yang ingin menghabiskan waktu liburan dikampung halaman tercinta.

Mungkin masih banyak orang yang masih asing dengan nama kampung halamanku, karena memang Desa Lambunu bisa dibilang berada di daerah pelosok, meskipun berada dipelosok tapi jaringan disini Sudah 4G dan sudah banyak yang masyarakat yang paham akan teknologi jadi jangan sangka kami gaptek yah hehe

Masyarakat lambunu juga terdiri dari bermacam macam agama, ada Islam, Hindu, Kristen, Budha.
Penduduk asli desa Lambunu adalah suku Tialo selain suku tialo juga terdapat suku Kaili, lauje, bajo, bugis, bolano, sunda, mandar, jawa, sangir dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Untuk suku jawa di Lambunu tidaklah sedikit ada yang dari jawa tengah, jawa timur, jawa barat dan dari daerah daerah lain yg diberada dipulau jawa. Awal mereka datang dikampung halaman saya yaitu pada tahun 1982 melalui program pemerintah di era Pak Suharto yaitu transmigrasi ke daerah pelosok. Untuk suku yang lain mereka adalah pendatang lalu memutuskan untuk berdomisili di desa Lambunu.
Pekerjaan masyarakat dikampungku mayoritasnya adalah petani, ada juga yang bekerja sebagai nelayan, pedagang, tukang kayu, pandai besi, dan tidak sedikit juga yang sudah menjadi PNS.

Saya bangga menjadi bagian dari mayarakay Lambunu karena masyarakat lambunu yang banyak memiliki latar belakang yang berbeda tetapi kita selalu hidup dengan damai dan menjujung tinggi yang namanya saling menghargai dan Gotong Royong.
Saat didaerah perkotaan yang nilai gotong royongnya sudah mulai memudar tetapi kami masyarakat Lambunu menjadikan Gotong royong sebagai ciri khas desa Lambunu, gotong royong dilakukan ketika musim panen, saat ada tetangga yang mengadakan pesta pernikahan, membangun rumah, membersikan Masjid dan masih banyak lagi.
Gotong Royong memang terdengar begitu sederhana tetapi kita masyarakat Lambunu menilai bahwa nilai gotong royong tidak bisa dibiarkan luntur begitu saja, karena dari gotong royong kita dapat meningkatkan rasa kekeluargaan, saling menghargai satu sama lain, dan bisa meringankan beban orang lain. Diera serba canggih ini hal hal tersebut sudah mulai di tinggalkan, tetapi tidak untuk masyarakat Lambunu.

Di desa Lambunu juga ada suatu tradisi yang tidak kalah kerennya, Kita menyebutnya dengan "Lebaran Burasa". Burasa Adalah salah satu makan khas yang selalu menjadi hidangan andalan masyarakat lambunu ketika hari raya lebaran Iedul Fithri & Iedul Adha, Burasa terbuat dari beras yang di aren menggunakan santan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang lalu diikat menggunakan tali, burasa dimasak dengan cara direbus. Dan Lebaran burasa adalah suatu kegiatan yang dilakukan seminggu setelah hari raya Iedul Fithri, di lebaran burasa tersebut masyarakat Lambunu Menyiapkan burasa dengan jumlah yang banyak dan di siapkan disuatu tempat yang lapang (biasanya diadakan dihalaman kantor camat Lambunu) lalu dimakan bersama sama oleh masyarakat Lambunu, tidak lupa pula kita tawarkan kepada orang orang yang sedang berkendara melewati jalan depan kantor camat untuk makan bersama.

Itu sekelumit cerita dari kampung halaman saya

Salam dari saya anak Petani yang dibesarkan dari Keringat seorang Petani
#kampungkukeren #AtmaGo #wargabantuwarga

Penulis : @memiapriani
Sudah dilihat 248 kali

Komentar