Lagi, aqun media sosial warga kota Bekasi kena bajak

59836 medium post 65647 30fa190d ae4d 4f97 8161 fe9f56011c53 2019 04 28t18 22 03.381 07 00 59837 medium post 65647 87528e8f b742 4e1b 82ed 57633487d4ac 2019 04 28t18 22 04.186 07 00
Kasus pembajakan aqun media sosial kembali terjadi, kali ini Elin Herlina (27), warga Kp Babakan, Mustikajaya Kota Bekasi jadi korban. Diketahui dari aqun lain yang dimilikinya beliau mengunggah informasi tentang pembajakan aqun tersebut.

INi Bukan Gue !!!! Fb gue de semalem ga bs dibuka !!!

Tulisnya, parahnya lagi selain membajak, pelaku juga memposting yang isinya menawarkan hadiah.
Kronologis kejadian, dirinya menjelaskan sejak sabtu malam aqun tersebut sulit digunakan, dan siang ini korban mengetahui ada status yang menandai teman-teman di media sosial lewat aqun itu.
"dari semalem nggak bisa dibuka, pas tadi siang. Ada status kasi hadiah, nggak jelas, saya takut ada yg percaya dan nama baik saya tercemar" tulisnya di pesan whatsapp setelah di hubungi Volunter Atmago Bekasi, Minggu (28/04)
Dirnya menghimbau agar tidak ada siapapun yang mempercayai postingan tersebut, dan berharap pelaku dapat balasan setimpal meski sampai saat ini korban belum lakukan pelaporan atas kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Melihat dasar hukum kasus ini, dari laman m.hukumonline.com diketahui Penggunaan username dan password dalam layanan Facebook merupakan bentuk sederhana metode pengamanan sistem. Tindakan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses atau menjebol sistem pengamanan akun Facebook orang lain tanpa izin dapat dipidana berdasarkan Pasal 30 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pelakunya dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800juta.
Kemudian tindakan yang dilakukan dengan sengaja menuliskan kata atau kalimat pada kolom status dan menyebarkannya (posting) melalui suatu akun Facebook tanpa persetujuan pemilik akun atau yang dalam istilah sehari-hari disebut dengan perbuatan membajak akun Facebook orang lain merupakan tindakan menambah atau mengubah informasi elektronik pada akun tersebut secara tanpa hak sebagaimana dilarang dalam Pasal 32 ayat (1) UU ITE dan pelakunya dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2miliar.

Sebelumnya kasus pembajakan aqun Media Sosial juga dialami Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo mengaku sudah menerima laporan dari Wakil Bupati Bantul. "Kami pelajari dulu laporannya ada tindak pidananya atau tidak," kata Rudy melalui pesan singkat seluler, Rabu (26/12/2018). Harianjogja.com
ntah karena lemahnya keamanan atau ada hal lain yang membuat pembajakam aqun media sosial marak terjadi, pengguna media sosial berharap agar kedepanya sistem keamanan bisa lebih baik, sebab jika sudah di bajak, bukan hanya aqun saja, data-data pribadi yang sifatnya privasi juga bisa sangat mudah diketahui pembajak.

Sumber:
https://www.facebook.com/100002643039617/posts/2251015754964435/

https://m.hukumonline.com/klinik/detail/lt50c51cada600a/hukumnya-membajak-akun-facebook-orang-lain/

https://m.harianjogja.com/jogjapolitan/read/2018/12/27/511/961227/polisi-selidiki-kasus-pembajakan-akun-facebook-wakil-bupati-bantul
Sudah dilihat 283 kali

Komentar