LABILNYA KITA Vs BUMI (1)

54155 medium post 60332 bb8bfb34 56fa 4120 ab53 b3959ba33d97 2019 03 17t18 26 46.630 08 00 54156 medium post 60332 e0268954 d705 45f9 ab6b c72a36c40a12 2019 03 17t18 26 47.205 08 00 54157 medium post 60332 c7c1de83 2ab2 4d47 b99a dad1fd17cadb 2019 03 17t18 26 47.685 08 00
Beberapa hari lalu saya menulis ungkapan perasaan saya tentang labilnya remaja kita, para millenials. Hari ini, saya dikagetkan dengan sekian status teman's di NTB pd berbagai media sosial tentang gempa yang kembali mengguncang daerah tercinta. Bukti nyata bahwa bumi juga labil dan selalu aktif bergerak menuju posisi stabilnya. Sepanjang gempa masih terjadi, maka sepanjang itu pula lapisan permukaan bumi dianggap sebagai daerah yg labil.

Masih terekam kuat dalam ingatan, materi pelajaran Geografi semasa SMP dulu. Bahwa secara umum Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda yaitu sirkum Pasifik dan Mediterania. Kondisi geologis ini berdampak pd banyaknya gunung api yg mengitari Indonesia, sehingga Indonesia jg familiar disebut sebagai negara yg berada pd area ring of fire. Gunung api yg tidak sedikit jumlahnya dan sedang berada pd kondisi agresif ini juga berpotensi menjadi penyebab terjadinya gempa bumi. "Tamu" yg akhir-akhir ini sering berkunjung ke wilayah NTB.

Fenomena ini akan menjadi lebih "brutal" jika disandingkan dengan gerakan lempengan bumi. Menurut Pak Guru, Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik dengan variasi gerakan masing-masing. Yg dapat membuat gemetar adalah jika satu lempeng bergerak, kemudian usil "menyenggol" lempeng tektonik lainnya. Imbasnya, lempeng yg disenggol pun akan menyenggol temannya yg lain atau mencari posisi stabilnya setelah disenggol. Nah, ini lah yg menjadi biang kerok lahirnya gempa tektonik.

Gempa ini juga yang baru saja terjadi di NTB, menyusul pendahulunya yg sudah berhasil meninggalkan banyak jejak di Bumi Gora. Gempa hari ini dg kekuatan 5,8 dan 5,2 SR sukses membuat masyarakat berhamburan keluar rumah, menghindari bangunan dan sekaligus membangkitkan trauma karena kejadian serupa. Sungguh peristiwa yg hanya diketahui pasti oleh pemilik-Nya, Sang Khalik.

Lalu adakah pengaruh labilnya manusia terhadap labilnya alam (bumi)?! Dalam ilmu Geografi juga dijelaskan ada jenis gempa lain yg berpotensi terjadi karena ulah manusia, gempa runtuhan. Umumnya terjadi di daerah penambangan.

Tentang kelakuan dan perlakuan (kita) terhadap bumi yang seringkali menjadi diskursus tanpa ujung dan bukti ilmiah, saya kembalikan ke diri kita semua. Suatu saat, saya ingin bercerita tentang itu juga dari berbagai sudut pandang. Sekarang, mari mencoba ikhlas terhadap apa pun yang terjadi dengan berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir efek destruktif dari peristiwa alam. Jika bukan untuk kita, berpikirlah untuk generasi kita. Kelak di kemudian hari.


SALAM EDUKASI !!!
Sudah dilihat 154 kali

Komentar