LABILNYA KITA Vs BUMI (1)

17 March 2019, 17:26 WIB
5 0 200
Gambar untuk LABILNYA KITA Vs BUMI (1)
Beberapa hari lalu saya menulis ungkapan perasaan saya tentang labilnya remaja kita, para millenials. Hari ini, saya dikagetkan dengan sekian status teman's di NTB pd berbagai media sosial tentang gempa yang kembali mengguncang daerah tercinta. Bukti nyata bahwa bumi juga labil dan selalu aktif bergerak menuju posisi stabilnya. Sepanjang gempa masih terjadi, maka sepanjang itu pula lapisan permukaan bumi dianggap sebagai daerah yg labil.

Masih terekam kuat dalam ingatan, materi pelajaran Geografi semasa SMP dulu. Bahwa secara umum Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda yaitu sirkum Pasifik dan Mediterania. Kondisi geologis ini berdampak pd banyaknya gunung api yg mengitari Indonesia, sehingga Indonesia jg familiar disebut sebagai negara yg berada pd area ring of fire. Gunung api yg tidak sedikit jumlahnya dan sedang berada pd kondisi agresif ini juga berpotensi menjadi penyebab terjadinya gempa bumi. "Tamu" yg akhir-akhir ini sering berkunjung ke wilayah NTB.

Fenomena ini akan menjadi lebih "brutal" jika disandingkan dengan gerakan lempengan bumi. Menurut Pak Guru, Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik dengan variasi gerakan masing-masing. Yg dapat membuat gemetar adalah jika satu lempeng bergerak, kemudian usil "menyenggol" lempeng tektonik lainnya. Imbasnya, lempeng yg disenggol pun akan menyenggol temannya yg lain atau mencari posisi stabilnya setelah disenggol. Nah, ini lah yg menjadi biang kerok lahirnya gempa tektonik.

Gempa ini juga yang baru saja terjadi di NTB, menyusul pendahulunya yg sudah berhasil meninggalkan banyak jejak di Bumi Gora. Gempa hari ini dg kekuatan 5,8 dan 5,2 SR sukses membuat masyarakat berhamburan keluar rumah, menghindari bangunan dan sekaligus membangkitkan trauma karena kejadian serupa. Sungguh peristiwa yg hanya diketahui pasti oleh pemilik-Nya, Sang Khalik.

Lalu adakah pengaruh labilnya manusia terhadap labilnya alam (bumi)?! Dalam ilmu Geografi juga dijelaskan ada jenis gempa lain yg berpotensi terjadi karena ulah manusia, gempa runtuhan. Umumnya terjadi di daerah penambangan.

Tentang kelakuan dan perlakuan (kita) terhadap bumi yang seringkali menjadi diskursus tanpa ujung dan bukti ilmiah, saya kembalikan ke diri kita semua. Suatu saat, saya ingin bercerita tentang itu juga dari berbagai sudut pandang. Sekarang, mari mencoba ikhlas terhadap apa pun yang terjadi dengan berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir efek destruktif dari peristiwa alam. Jika bukan untuk kita, berpikirlah untuk generasi kita. Kelak di kemudian hari.


SALAM EDUKASI !!!

  Komentar untuk LABILNYA KITA Vs BUMI (1)

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!