Kulit Bocah Brebes Melepuh Usai Minum Obat Penurun Panas, Kenapa?

Header illustration
Kulit Bocah Brebes Melepuh Usai Minum Obat Penurun Panas, Kenapa?
Brebes - Seorang bocah di Brebes, Jawa Tengah, kesakitan. Kulit di wajah, leher, dan dadanya melepuh setelah berobat ke seorang bidan di Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Bocah perempuan bernama Ari Yuliarti itu saat ini sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes. Sri Usiyanti (30), ibu sang bocah tersebut, mengungkapkan kulit anaknya mulai melepuh setelah berobat ke seorang bidan di Desa Pakijangan, Bulakamba.


Menurut dia, anaknya berobat pada Jumat, 29 Desember 2017 karena mengalami panas yang tinggi. Saat itu, bidan memberikan obat penurun panas dan vitamin C. Keesokan harinya, obat itu baru dimakan oleh Ari.


"Tapi dua jam setelah minum obat itu, kulit anak saya melepuh," ucap Sri Usyanti saat ditemui di RS Bhakti Asih, Kamis, 4 Januari 2018.

Pada Minggu, 31 Desember 2017, anaknya kembali mengonsumsi obat yang sama dari bidan. Tapi, kondisi kulitnya justru semakin parah. Dia mengaku tidak tahu apa yang terjadi pada anaknya.

"Akhirnya Minggu sore dibawa ke rumah sakit," ucapnya.

Hingga Kamis pagi, bocah berusia 9 tahun itu masih dirawat di Rumah Sakit Bhakti Asih. Pihak keluarga tidak berkenan saat awak media hendak mengambil gambar kondisi bocah tersebut. Dia hanya bersedia diwawancarai di ruangan lain.






Pengakuan Bidan

Kulit Bocah Brebes Melepuh Usai Minum Obat Penurun Panas, Kenapa?
Obat penurun panas itu diberikan bidan kepada saudara yang mengantar bocah asal Brebes itu berobat. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)
Menurut Sri, bidan yang bersangkutan telah menjenguk anaknya. Dia menyatakan, masalah ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab, kejadian ini bukanlah murni kesalahan bidan.

"Menurut dokter anak saya mengalami alergi obat, kena virus gitu," jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, bidan bernama Padmi itu mengaku tidak tahu kenapa pasiennya menjadi seperti itu. Saat datang berobat ke rumahnya, dia mengaku sudah menanyakan kepada yang mengantar Ari, apakah pasien itu punya alergi obat.

"Saya sudah tanya itu, tapi katanya tidak punya. Karena yang mengantar itu bukan orangtuanya, saudaranya," ucap Padmi.

Dia mengaku kaget begitu mendengar kondisi pasiennya yang mengalami melepuh kulitnya. Saat itu, dia setengah tidak percaya. "Tapi, Kamis pagi saya langsung menjenguk ke rumah sakit, memang benar. Sepertinya memang karena alergi obat," katanya.

Pengakuan bidan itu dibenarkan oleh ibu sang bocah. "Saya waktu itu sedang ke Jakarta, yang mengantar saudara saya," ucap Sri Usiyanti.


Akibat Virus

8 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia
Ilustrasi virus komputer berbahaya
Direktur RS Bhakti Asih Brebes, dr. Khosiatun Azmi menyatakan, apa yang dialami bocah tersebut kemungkinan disebabkan virus akibat alergi obat. Kendati demikian, pihaknya masih memeriksa jenis virus apa yang menyerang pasien tersebut.

"Informasi dari dokter spesialis yang menangani, memang pasien terkena virus. Tapi jenis virusnya apa masih dalam pemeriksaan," kata Khoziatun Azmi saat ditemui di RS Bhakti Asih.

Menurut dia, kondisi seperti ini bisa dialami siapa saja. Saat ini, lanjut dia, sejak menjalani perawatan kondisi pasien berangsur membaik. "Butuh dirawat dua sampai tiga hari lagi di sini. Insyallah segera pulih," kata dia.

Liputan6.com

Komentar