Kronologis Demo Angkot / Mikrolet Kota Malang

10655 medium data

Assalamu'alaikum Wr Wb
mohon ijin melaporkan pada hari Senin tgl 20 Februari 2017 pukul 07.00 Wib s.d 12.10 Wib bertempat di Monumen Juang Jl. Kertanegara Kec. Klojen Kota Malang (depan Stasiun Kota Baru) dan bertempat di Balai Kota Malang Jl. Tugu Kec. Klojen Kota Malang telah dilaksanakan kegiatan aksi damai dan mogok kerja oleh Organda Kota Malang secara spontanitas terkait masalah keberadaan Grab Taxi dan Gojek Online di Kota Malang yg di ikuti sekitar 750 orang dipimpin oleh Ketua Organda Malang Raya (Bpk Rudy Soesanto).


Dengan rangkaian kegiatan sbb :
1. Pada pukul 07.00 Wib para sopir angkot beserta angkutannya menurunkan penumpang di Monumen Juang (depan Stasiun Kota Baru) dilanjutkan dgn memarkir kendaraan masing-masing disepanjang Jl. Trunojoyo - Jl. Kertanegara - Jl. Tugu Kec. Klojen Kota Malang.

2. Pada pukul 07.30 Wib dilaksanakan koordinasi antara Kompol Dewa Putu Eka Darmawan (Wakapolres Malang Kota) dgn para sopir angkot area tempat parkir organda, yg intinya :
a. Polresta Malang sudah mengetahui permasalahan antara angkutan yg ada di Kota Malang dgn para Grab Taxi dan Gojek Online, kami sebagai pengayom masyarakat berharap jangan ada demo karena kasihan anak-anak kita yang mau berangkat sekolah akhirnya pada terlambat sampai di sekolah.
b. Kami sudah mengetahui permasalahan ini dari Anggota Intel yang tersebar di Kota Malang, dan kami sebagai penenggah sudah menjembatani aspirasi dan keluhan rekan-rekan sopir smua dengan Dishub Kota Malang yg rencana di agendakan pada hari Selasa tgl 21 Februari 2017 pukul 08.00 Wib bertempat di Balai Kota Malang kalau tidak ada perubahan tp kenapa rekan-rekan sopir organda sekarang mogok dan menurunkan penumpang.
c. Kami dari Polresta Malang mewakili masyarakat berharap rekan-rekan sopir angkot dapat mengoprasikan kembali organda masing-masing, kasihan anak-anak sekolah harus terlambat dan ibu/bapak yg mau berangkat kerja juga ikut menerima ibasnya dan terlambat.
d. Kami berharap rekan-rekan sopir mempunyai pola pikir yg terbuka dan jangan melihat dari pendapatan/penghasilan biasanya, sekarang kalau dilihat dengan pola pikiran terbuka untuk di Kota Malang sendiri sudah berapa banyak masyarakat yang membeli kendaraan baru baik roda 2 ataupun roda 4. Dengan otomatis penumpang organda jelas berkurang pendapatannya yg tanpa rekan-rekan sadari.

3. Pada pukul 08.30 Wib para sopir angkot dgn dijembatani Polres Malang Kota berkumpul di Balai Kota Malang (ruang rapat) untuk bertemu Wali Kota Malang beserta jajarannya.

4. Pada pukul 08.35 Wib dilaksanakan Rapat Koordinasi dan penyampaian.
Hadir dalam rapat koordinasi dan penyampaian aspirasi, antara lain :
- Wali Kota Malang (Bpk Hj Moch Anton)
- Kasad Intel Polres Malang Kota (AKP Triyono Susanto)
- Kasad Lantas Poltes Malang Kota (AKP Ady Nugroho)
- Ka Dishub Kota Malang (Bpk Kusnadi)
- Ketua Organda Malang Raya (Bpk Rudy Soesanto)
- Sekda Kota Malang (DR. M Idrus)

5. Pada pukul 08.50 Wib penyampaian Wali Kota Malang, yg intinya :
a. Bahwa yang terjadi saat ini bukan dari kesalahan oknum atau kelompok ataupun golongan tp sebenernya adalah tuntutan jaman, dgn semakin canggihnya teknologi sekarang semua serba mudah dan semua beraplikasi.
b. Dengan semakin canggihnya teknologi hal tersebut juga harus rekan-rekan pertimbangkan.
c. IT sekarang semakin canggih dan tidak bisa dibendung dgn semakin banyaknya keperluan, kami Pemkot Malang sendiri tidak bisa menahan ataupun melarang dan sama juga Bpk Polisi tidak bisa asal tangkap Gojek Online ataupun Grab Taxi Online.
d. Adanya sopir angkot yg menarik ongkos Rp 10.000,- s/d Rp 15.000,- pada malam hari, hal tersebut membuat masyarakat keberatan dan mengeluhnya ke Pemkot Malang.
e. Pemkot Malang tdk pernah mengeluarkan rekomendasi terkait keberadaan taxi online maupun gojek online, dan sampai saat ini yg diakui oleh Pemkot Malang adalah taxi dan angkot.

6. Pada pukul 09.20 Wib penyampaian oleh Kasad Lantas, yg intinya :
a. Kami cukup direpotkan yg harus mengbackup masyarakat tadi pagi dengan mengangkut anak sekolah dan yang lainnya dgn menggunakan truk dari Polres Malang Kota dan kendaraan Satpol PP.
b. Denan kejadian tersebut terbukti dan menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya msh membutuhkan organda, hal ini sangat merepotkan dan hal tersebut bkn saja masyarakat tp jg rekan sopir jg terkait pendapatan/setoran.
c. Harus rekan-rekan organda ketahui, di Kota Malang ada 500 unit setiap minggunya kendaraan baru dan hal itu harus rekan semua ketahui dan saat ini masyarakat juga berpikir lebih cerdas dan berpikir secara nalar bahwa antara naik angkot dan kredit kendaraan lebih menguntungkan kredit motor yg nantinya begitu lunas bs jd hak milik pribadi.
d. Masyarakat sebenernya jg bnyk mengeluh terkait ulah sopir angkot sebagian yg terkadang menurunkan penumpang sebelum sampai ditujuan dll sebagainya, jujur saja setiap keluarga dlm 1 rumah pasti tidak saja mempunyai 1 kendaraan tp yg jelas lebih dari 1 kendaraan baik berupa sepeda motor ataupun mobil.
e. Diharapkan rekan-rekan mengetahui apa yg menjadi kendala dan korcek pribadi masing-masing dan diharapkan para rekan-rekan jg koreksi agar masyarakat dpt mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap organda.

7. Pada pukul 09.50 Wib penyampaian perwakilan dari sopir angkot yang intinya :
a. Kami meminta statemen dari Walikota Malang yang intinya aplikasi taxi online dan gojek online ditutup, tdk boleh operasional sblm ada keputusan resmi.
b. Jangan sampai terjadi konflik horisontal antara sopir angkot dengan taxi online dan gojek online sehingga dapat menimbulkan ketidak kondusifan Kota Malang.

8. Pada pukul 09.55 Wib tanggapan Walikota Malang, yg intinya bahwa Pemkot Malang melalui Kominfo tdk bisa menutup aplikasi yang digunakan oleh Grab Taxi Online maupun Gojek Online, semua saran masukan akan kami tampung dan akan disampaikan ke Menteri Perhubungan dan Menkominfo RI.

9. Pada pukul 10.00 Wib rapat koordinasi dan penyampaian selesai selanjutnya Wali Kota Malang keluar ruang rapat Balai Kota Malang menemui massa organda.

10. Pada pukul 10.10 Wib Wali Kota Malang menyampaikan kepada massa organda didepan Balai Kota Malang yg intinya semua aspirasi dan saran dari rekan organda malang akan saya sampaikan ke Jakarta Pusat kalau Pemkot Malang sendiri masih belum bisa menanggani ataupun menghapus aplikasi-aplikasi IT.

11. Pada pukul 10.20 Wib Wali Kota Malang meninggalkan massa organda selanjutnya menuju Bandar Abd Saleh Malang guna menuju ke Jakarta.

12. Pada pukul 10.25 Wib 1 regu anggota Satpol PP dipimpin oleh Plt Kasatpol PP (Bpk Dicky Haryanto) menuju Kantor Uber dan Grab  Online di Jl. Akordion Ruko Permata Kav 8  Kec. Lowokwaru Kota Malang dilanjutkan memberitahukan bahwasanya untuk sementara Kantor Uber dan Grab  Online harus tutup guna meredam gejolah aksi mogok para sopir organda di Kota Malang sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemkot Malang.

13. Pada pukul 12.00 Wib Plt Kasatpol PP (Bpk Dicky Haryanto) beserta anggotanya kembali ke Balai Kota Malang guna memberikan penyampaian hasil yg dicapai kepada massa organda yg menunggu didepan Balai Kota Malang.

14. Pada pukul 12.05 Wib massa organda diberikan penjelasan oleh Bpk Rudy Soesanto selaku Ketua Organda Malang Raya bahwasanya saat ini Kantor Uber dan Grab  Online sudah ditutup oleh Satpol PP Kota Malang.

15. Pada pukul 12.10 Wib massa aksi damai yg dilaksanakan organda Kota Malang membubarkan diri selanjutnya kembali menjalankan aktifitas menarik angkot masing-masing.

16. Catatan :
A. Bahwa Ketua Organda Malang Raya (Bpk Rudy Soesanto) tidak mau bertanggung jawab akan adanya aksi oleh para Organda/Mikrolet di Kota Malang.
B. Bahwa para Organda/Mikrolet di Kota Malang melaksanakan aksi demo atas dasar kemauan masing-masing sopir angkot.
C. Bahwa yang terjadi saat ini adalah bentuk rasa kecewa dari organda Kota Malang terhadap keberadaan Grab Taxi dan Gojek Online di Kota Malang dan tidak sabarnya para sopir organda yang sebenarnya sudah dijadwalkan oleh Dishub Kota Malang terkait akan dilaksanakannya rapat koordinasi pada hari Selasa tgl 21 Februari 2017 pukul 08.00 Wib s.d selesai apabila tidak ada perubahan.


Selama kegiatan berlangsung berjalan dgn tertib lancar dan aman

Komentar

  • Missing avatar

    benar apa yang dikatakan Abah Anton, kemajuan teknologi tidak bisa dibendung, bila kita tidak bisa menerima kemajuan teknologi itu kita mungkin tidak bisa berkembang dan bisa tertinggal dari yang lain.
    Dari segi angkot maupun angkotan online tidak ada yang bisa disalahkan, mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Karena itu pilihan kendaraan konsumen kembali ke keadaan konsumen. Bila konsumen memang orang yang "punya" konsumen ini cenderung memilih kenyamanan meskipun biaya mahal, dan juga sebaliknya konsumen yang "tidak punya" memilih angkot karena lebih ekonomis.
    1 hal lagi, dari tahun ke tahun kondisi ekonomi di Malang juga semakin baik, hampir tiap keluarga memiliki kendaraan pribadi seperti sepeda motor yang dapat dengan kredit dengan uang muka 500rb. Hal ini juga merupakan salah satu faktor penurunan konsumen angkot.
    Solusi yang mungkin bisa dipertimbangkan adalah peningkatan biaya dari angkutan online, sekilas mungkin ini terdengar tidak adil, tetapi dengan meningkatkan biaya ini dapat membatasi konsumen angkutan online dan mungkin dapat mendorong konsumen untuk menggunakan angkot. Hal ini juga harus diikuti angkot dengan meningkatkan kualitas dan kenyamanan dari kendaraannya.

  • Missing avatar

    Hufh.....emang semua kesalahan dari sopir angkot....tp liat jalur mana xg biasa narik ongkos sampai 15.000....tidak semua sopir angkot kayak itu....dan bodoh nya lagi sudah tau tarif jauh dekat 4000 di tarik 15.000 kok mau....semua kendaraan ada plat nomor yang lengkap...bisa langsng lapor kalau di tarik dengan ongkos yang gk di tentukan.....selama ini saya nyaman saja naik taxi or angkot...meskipun taxi tidak ada keluan untuk mampir kemana mana meskipun argo cuma 20 bayar minimal 30.....kadang kalah kenyamanan orang malang itu cuma buat gengsi an....biar keliatan mewah di hadapan orng lain bawa mbl mewah plat item....gak tau nya yang di tumpangin mbl sama" byr ongkos.....dan lebih parah nya lagi orng 6 bisa patungan....dr pada naik angkot gk ber AC pikir nya....sok gengsi modal patungan....wadaaaaaaaah......

  • Missing avatar

    Tolong untuk supir angkot n taxi jangan pungut tarif seenaknya saja.pungut tarif standartnya saja.

  • Missing avatar

    tolong para supir angkot dan taxi kalau pengen banyak penumpang layanan diperbaikin dari bentuk tarif ataupun layanan kapasitas penumpang, terutama tarif taxi yg harga minimum jgn terlalu tinggi masak sekali naik meski dekat dikenakan 30rb , tolong pikir apalagi kita banyak mahasiswa .

    dan untuk sopir angkot jgn memasukkan penumpang jika kapasitas udah full upayakan keselamatan penumpang ,jgn hanya keselamatan perut supir aja.

    dari kedua organda taxi dan angkot tolong buka mendset kalian sekarang jaman modren jaman canggih sudah maju, bukan jaman tempo dulu, klu jaman sudah berkembang sayang klu kita gaptek,

  • Missing avatar

    kami mohon kepada walikota malang agar tidak menutup transportasi online , karna dengan adanya transportasi online saya pribadi selaku mahasiswa sangat terbantu,