Korban Gempa Palu mengungsi ke Samigaluh

37169 medium post 45192 18d38f55 08c7 4fb2 8f25 c07f157fccba 2018 10 26t16 32 23.684 07 00 37170 medium post 45192 6a6d46a1 3341 4eb1 88a2 0ef4730d1cc4 2018 10 26t16 32 24.390 07 00 37171 medium post 45192 8e8baff4 1656 4836 b4a3 392c8314b55a 2018 10 26t16 37 00.485 07 00
Sulit untuk menggambarkan Perasaan yang ada dalam diri Ibu Tupiah, seorang janda manula yang tinggal di Beteng Pagerharjo Samigaluh. Bagaimana tidak? Sebagai seorang ibu tentu akan sangat senang dikunjungi anak beserta keluarganya, lebih lebih selama ini beliau tinggal seorang diri dirumah. Rumah yang biasanya sepi, kini menjadi hangat dengan canda dan gelak tawa.
Disisi yang lain Ibu Tupiah merasakan beban keseharian yang makin berat karena harus menanggung biaya hidup 6 (enam) orang termasuk dirinya. sementara beliau tidak mungkin "sambat" pada anaknya yang sekarang tinggal serumah. kehadiran mereka dirumah itu karena musibah gempa di Palu.
Lili Kurniawan (47) dan istrinya Parniati (43) beserta 3 (tiga) anaknya Novi Pujiningsih (26), Andhini Sifa (13) dan Naila Aprilia (7) hanya betah 3(tiga) hari tinggal di tenda pengungsian di Palu. Mereka memilih pulang ke orang tuanya di Samigaluh sambil menenangkan diri. Numun dari hari ke hari menjadi semakin berat untuk biaya kehidupan sehari hari karena tidak ada pemasukan pendapatan. sedangkan Ibu Tupiah bukanlah orang yang berkecukupan.
Untuk meringankan beban yang sedang dialami Ibu Tupiah, Hasil koordinasi dengan Pak Dukuh, pemerintah Desa, KUA Samigaluh, TKSK dan Kecamatan Samigaluh diberikan bantuan uang sebesar Rp. 1,5 jt dan barang berupa beras 10 kg, telur 3 kg dan minyak goreng 2 liter.
Bantuan diserahkan oleh Camat Samigaluh didampingi Kepala Desa Pagerharjo, Dukuh Beteng, Penyuluh Agama Muh Tamrin, Kasi Kesra Kecamatan beserta staf dan TKSK kec Samigaluh
Sudah dilihat 46 kali

Komentar