Korban banjir Sigi terpaksa berjalan kaki susuri kebun kakao

29 April 2019, 15:26 WIB
2 1 212
Gambar untuk Korban banjir Sigi terpaksa berjalan kaki susuri kebun kakao
Sigi, Sulteng (ANTARA) - Sejumlah warga dari arah Kulawi, Kabupaten Sigi menuju Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, nekad berjalan kaki menyusuri kebun masyarakat karena jalan antara Desa Omu, Kecamatan Gumbasa dengan Desa Salua, Kecamatan Kulawi putus total akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu (28/4) malam.

Yefet (46), seorang warga Desa Lindu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Senin mengatakan tidak ada jalan lain bagi warga, kecuali berjalan kaki agar bisa melanjutkan perjalanan dari Palu menuju Lindu.

Ia mengatakan dirinya dari Palu menggunakan transportasi sepeda motor milik sendiri dan harus ditinggalkan di rumah seorang warga di Desa Omu, Kecamatan Gumbasa, sebab jalan putus total.

Setibanya di seberang jalan yang putus, bisa dilanjutkan menggunakan motor ojek menuju Desa Tomado, Kecamatan Lindu.

Hal senada juga disampaikan Rudi, seorang warga Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi. Ia mengaku hendak ke Kota Palu karena ada urusan keluarga yang sangat penting.

"Karena jalannya putus total, otomatis kami harus jalan kaki melewati kebun-kebun kakao dan kopi milik petani di Desa Omu dan Salua. Jauhnya cukup lumayan," kata dia.

Dia juga mengatakan sebelumnya tidak mendapat informasi kalau jalan putus total.

"Saya berangkat tadi pagi dari rumah, tetapi sampai di Desa Salua warga banyak di jalan dan ternyata memang jalan yang ada putus total diterjang banjir," kata dia.

Meski demikian, karena ada urusan keluarga di Palu, terpaksa melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki dan baru naik kendaraan angkutan umum menuju Kota Palu.

Sementara kendaraan sepeda motor yang digunakannya untuk sementara dititipkan di rumah salah satu warga di Desa Salua.

Kepala Badan Pennggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, Asrul yang dihubungi mengatakan telah mengirimkan sejumlah alat berat ke lokasi bencana alam.

Dia mengaku jalur jalan di desa Bangga ini satu-satunya jalan utama dari Palu menuju Kulawi dan sebaliknya.

Karena itu, Pemkab Sigi memberikan langkah prioritas dalam penanganan darurat agar jalan itu segera dapat dilalui kendaraan.

Memang diakuinya bahwa badan jalan yang ambruk cukup panjang dan sudah diaspal.

Instansi teknis yakni Dinas PUPR sedang mengupayakan untuk menormalisasi jalan yang ambruk dengan menggusur tebing yang ada di sisi jalan.

sumber: antar Sulteng

  1 Komentar untuk Korban banjir Sigi terpaksa berjalan kaki susuri kebun kakao

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
7 jam

Update Tinggi Muka Air

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Pulogadung, Jakarta Timur

Terpopuler

  1. Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  2. KABID ILMATE PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB KUNJUNGI PENGRAJIN ALAT PERTANIAN DI DUSUN BEREMBENG

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  4. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    GempaBumi Magnitud 4,9 Guncang Lebak, Terasa Hingga Sukabumi

    Andrian Volunteer  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  17 Feb 2020