Korban banjir Sigi terpaksa berjalan kaki susuri kebun kakao

59885 medium post 65681 5bf2874a 9fcb 47c8 a92b 5ec1caf3be52 2019 04 29t16 26 03.393 08 00 59886 medium post 65681 7aab5f72 6a5e 45d8 ab05 b82800c51837 2019 04 29t16 26 04.023 08 00
Sigi, Sulteng (ANTARA) - Sejumlah warga dari arah Kulawi, Kabupaten Sigi menuju Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, nekad berjalan kaki menyusuri kebun masyarakat karena jalan antara Desa Omu, Kecamatan Gumbasa dengan Desa Salua, Kecamatan Kulawi putus total akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu (28/4) malam.

Yefet (46), seorang warga Desa Lindu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Senin mengatakan tidak ada jalan lain bagi warga, kecuali berjalan kaki agar bisa melanjutkan perjalanan dari Palu menuju Lindu.

Ia mengatakan dirinya dari Palu menggunakan transportasi sepeda motor milik sendiri dan harus ditinggalkan di rumah seorang warga di Desa Omu, Kecamatan Gumbasa, sebab jalan putus total.

Setibanya di seberang jalan yang putus, bisa dilanjutkan menggunakan motor ojek menuju Desa Tomado, Kecamatan Lindu.

Hal senada juga disampaikan Rudi, seorang warga Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi. Ia mengaku hendak ke Kota Palu karena ada urusan keluarga yang sangat penting.

"Karena jalannya putus total, otomatis kami harus jalan kaki melewati kebun-kebun kakao dan kopi milik petani di Desa Omu dan Salua. Jauhnya cukup lumayan," kata dia.

Dia juga mengatakan sebelumnya tidak mendapat informasi kalau jalan putus total.

"Saya berangkat tadi pagi dari rumah, tetapi sampai di Desa Salua warga banyak di jalan dan ternyata memang jalan yang ada putus total diterjang banjir," kata dia.

Meski demikian, karena ada urusan keluarga di Palu, terpaksa melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki dan baru naik kendaraan angkutan umum menuju Kota Palu.

Sementara kendaraan sepeda motor yang digunakannya untuk sementara dititipkan di rumah salah satu warga di Desa Salua.

Kepala Badan Pennggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, Asrul yang dihubungi mengatakan telah mengirimkan sejumlah alat berat ke lokasi bencana alam.

Dia mengaku jalur jalan di desa Bangga ini satu-satunya jalan utama dari Palu menuju Kulawi dan sebaliknya.

Karena itu, Pemkab Sigi memberikan langkah prioritas dalam penanganan darurat agar jalan itu segera dapat dilalui kendaraan.

Memang diakuinya bahwa badan jalan yang ambruk cukup panjang dan sudah diaspal.

Instansi teknis yakni Dinas PUPR sedang mengupayakan untuk menormalisasi jalan yang ambruk dengan menggusur tebing yang ada di sisi jalan.

sumber: antar Sulteng
Sudah dilihat 48 kali

Komentar