Kondisi Pusat Perbelanjaan di Palu 10 Bulan Pasca-Bencana Alam

66598 medium post 71135 b7b6affb c0bd 45de b80b d72ee0e9b025 2019 07 13t16 55 18.319 08 00 66599 medium post 71135 42286fdc acd1 4fbe 96a5 8c53524e0d35 2019 07 13t16 55 18.944 08 00 66600 medium post 71135 10fd6a65 2052 47bc 9d69 62cc1e68e6fb 2019 07 13t16 55 19.260 08 00
10 bulan berlalu usai bencana alam berupa gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi menerjang Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi di Sulawesi Tengah, tepatnya 28 September 2018. Sejumlah tempat pusat perekonomian, tenantlu, kini mulai kembali menggeliat.

Salah satunya, Palu Grand Mall (PGM), yang juga porak-poranda diterjang tsunami dan sasaran penjarahan kala itu. Diketahui, PGM merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Berdastenantlntauansejumlah tenant (penyewa) di lantai dua sudah mulai terisi, mulai dari pusat permainan anak-anak, Matahari Department Store, hingga pantauanPaluPoh digunakan untuk kegiatan promosi dan sosial. Di lantai tiga, juga sudah kembali beroperasi restoran siap saji KFC dan bioskop XXI.

Hanya, aktivitas di lantai satu belum normal karena sempat rusak parah akibat diterjang tsunami. Masih terlihat sejumekerja memperbaiki lapak-lapak tenant yang rusak. Pada bagian depan PGM saja yang ai ada aktivitas keramaian dengan adanya wahana permainan anak mulai dari komedi putar, ayunan perahu besar, dan sejumlah permainan lainnya.

Salah seorang pengunjung PGM, Reza (35), warga Kabupaten Sigi, mengaku baru kembali lagi ke PGM usai bencana 28 September 2018. Ia membawa anak dan istrinya lahn.

“Penasaran dari cerita teman-teman dan lihat foto di medsos. Jadi bawa anak dan istri jalan-jalan ke sini,” katanya.

Menurutnya, dari sebelum gempa terjadi, tenant di PGM dari lantai 1-3 selalu penuh. yang dilihatnya belum sampai 10 persPaluPot yang terisi kembali.

“Masih sepi. Apalagi di lantai satu, tadi jalan sepi sekali di bawah. Lapak-lapak masih kosong diperbaiki pekerja,” ujarnya.

Senada dengan pengunjung lainnya, Rifka (29), warga Jalan Setia Budi, mengaku sudah beberapa kali datang ke PGM untuk sekadar menonton film di bioskop lantai tiga.

“Paling cuma datang nonton film ramai-ramai sama teman-teman. Nonton jadwal yang sore. Kalau sampai malam belum berani. Masih takut, apalagi kan di lantai satu tempat kita masuk masih sepi,” katanya.

sumber: Kumparan
Sudah dilihat 26 kali

Komentar