Komunitas pencinta burung hantu di pantura

16441 medium data

Detail Acara

Bagi pengunjung sore WBA Jompong, hampir setiap sore mereka akan disajikan pertunjukan dari berbagai komunitas. Seperti komunitas pencinta reptil, komunitas BMX, komunitas rollerblade, juga komunitas pencinta burung hantu.
Sore ini, komunitas pencinta burung hantu dari kelompok TOP, Tuban Owl Partner, memamerkan koleksi para anggotanya. Walaupun saat ini komunitas TOP cabang Brondong hanya memiliki anggota sedikit, tapi yang terlibat dalam komunitas ini berasal dari berbagai kalangan, seperti polisi dan warga sipil. Setiap anggota memiliki burung hantu peliharaan minimal satu ekor, ada juga yang memelihara empat ekor.
Menurut keterangan Habib, koordinator lapangan TOP hari ini, kegiatan mereka di WBA Jompong tidak terjadwal. Mereka tampil kapan saja anggota komunitas berkesempatan hadir. Akan tetapi, kegiatan mereka di WBA Jompong tidak akan berlangsung lama, ini dikarenakan pihak pengelola WBA akan melarang kegiatan komunitas di WBA dalam waktu dekat.
"Jadi, nanti semua kegiatan komunitas tidak boleh dilaksanakan di sini. Termasuk TOP juga tidak boleh." terang Habib.
Tujuan komunitas TOP adalah untuk membangun kedekatan antara masyarakat dengan burung hantu. TOP ingin memahamkan masyarakat bahwa burung hantu adalah sahabat, kehadirannya membawa manfaat.
"Kalau di Plumpang, Mas, para petani memelihara burung hantu untuk menjaga sawah mereka. Jadi, tiap sawah itu ada rumah burung hantunya." Terangnya.
Burung hantu yang bisa diberdayakan sebagai penjaga sawah hanyalah burung hantu yang dipelihara sejak kecil. Burung hantu yang ditangkap dari alam bebas walaupun sudah dilatih dan dipelihara lama, sifat liarnya tetap lebih dominan. Sehingga jika mereka dilepas, kemungkinan besar burung hantu tersebut akan kembali ke alam bebas.
Sejauh ini, masyarakat memberikan respon positif terhadap kegiatan TOP. Mereka berdatangan dalam kelompok-kelompok, baik itu keluarga atau sahabat, mereka berfoto bersama para burung hantu tanpa rasa takut.
"semua burung hantu di sini sudah jinak," jelas Habib. "Masyarakat boleh berfoto, tapi tolong jangan mengaktifkan flash saat mengambil foto. Sinar flash kamera bisa merusak mata si burung hantu."
Habib berharap, kegiatan ini akan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya burung hantu dalam rantai ekosistem dunia. Burung hantu bukanlah musuh, jangan diburu dan dibunuh, tapi sayangi dan pelihara #atmago #arulight

Komentar