KITA HARUS BELAJAR DARI LOMBOK

55886 medium post 61938 b80c3a22 b03c 4fb8 b828 d74d9dcad435 2019 03 27t16 49 18.704 08 00
Terharu membaca kesan2 dari panitia temu budaya tingkat Nasional di Wakatobi Kendari.
Catatan 05: SEBULAN WISATA DI WAKATOBI
Desa Wisata Sombu, 1 – 31 Maret 2019

KITA MESTI BELAJAR DARI LOMBOK

Berdasar dari tuturan pun cerita polos dari kawan-kawan Lombok, Nusa Tenggara Barat, baik dari mempersiapkan keberangkatan ke Wakatobi, hingga kami terus bergerak di Kendari sampai detik ini, saya memetik banyak hal, banyak pelajaran berharga. Meskipun sejak mengirmkan undangan sudah saya pertegas bahwa, kami tim kerja LSW tidak mampu membiayai kebutuhan perjalanan mereka, meskpun Lombok trauma diancam gempa, tapi mereka tetap saja bersikukuh untuk hadir dengan tujuan berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus bergembira...

Tertundanya penerbangan karena gempa yang terjadi di Bandara Lombok, tidak membuat surut semangat pa Muji [kasi Pemuda] yang mewakili Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga [Dispora], bapak Zakaria [Maestro Rudat setia Budi Terengan], bapak Lalu Mintarja [perupa dan sekaligus dewa penyelamat sampah], Muhammad Gozali [Yayasan Pasir Putih] untuk datang ke Wakatobi. Bahkan masih ada 6 orang tim yang terlambat kapal pun karena baru bisa berangkat dari pelabuhan Lombok pada tanggal 23 Maret 2019, tetap saja bersikeras untuk datang, sehingga kami hanya melayani mereka di Kendari saja. Energi seperti ini, sangat mencengangkan...

Padahal kita tahu, mereka baru saja bangkit dari reruntuhan tembok dan luapan airmata. Semestinya, saya dan atau kita di Wakatobi khususnya, yang mengunjungi mereka, untuk berbela sungkawa. Mestinya, kita yang harus datang belajar bagaimana mereka mengelola pariwisatanya sehingga Lombok sejajar dengan Bali. Mestinya pula, bukan mereka yang menyumbang dan berkontribusi pada kemajuan Wakatobi, akan tetapi sebaliknya, Bagi saya ini fenomena paradoks...

Dan mirisnya, Kata pa Muji dkk, mereka tergerak datang bersilaturrahmi dan berbagi dengan pulau yang konon telah diklaim sebagai 10 terbaik [TOP TEN] destinasi wisata Nasional. Intinya, mereka bersusah payah datang dengan membiayai dirinya sendiri, hanya untuk belajar di Wakatobi, luar biasa..

Semoga kehadiran mereka menjadi sindiran keras bagi saya bahwa Wakatobilah yang semestinya harus belajar dari Lombok. Semoga apa yang telah diberikan Dispora, Yayasan Pasir Putih dan kawan-kawan dari Lombok mendapatkan imbalan dari Yang Maha Kuasa .
source from fb Fauzan Fuad
Sudah dilihat 32 kali

Komentar