Kisruh Transportasi Online di Malang Tak Kunjung Usai

warga di sekitar Anda di Kota Malang, Malang Raya
10768 medium kisruh transportasi online di malang tak kunjung usai
Kisruh hadirnya transportasi online di Kota Malang, tak kunjung usai. Pemerintah Kota Malang sudah bertindak tegas, dengan menutup kantor perwakilan.

Namun, rupanya belum memuaskan pihak-pihak yang menentang. Banyak muncul spanduk, transportasi resmi di Kota Malang adalah angkot dan taksi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Kusnadi, mengatakan sesuai dengan kebijakan Wali Kota Malang Moch. Anton, transportasi yang diakui sementara adalah yang berbadan hukum.

"Pak wali sudah sampaikan, yang memiliki badan hukum, yang diakui. Untuk sementara ini," ujarnya ditemui detikcom di kantornya Jalan Panji Suroso, Jumat (24/2/2017).

Kusnadi enggan berkomentar terlalu jauh, terkait potensi kisruh antara sopir angkot serta taksi dengan transportasi online.

"Soal itu, saya tak mau komentar. Pak wali sudah tegaskan, termasuk soal spanduk yang kemungkinan besar dipasang sendiri. Itu sudah ranah Satpol PP," jelasnya.

Kusnadi mengatakan, Pemkot Malang hanya bisa menyarankan kepada Organda, agar mengadukan persoalan ini kepada pemerintah pusat. Melalui, kementerian terkait. "Kita sarankan begitu, terserah mau kesana apa tidak," tegasnya.

Menurut dia, itu merupakan jalan terbaik, agar kisruh hadirnya transportasi online di Kota Malang bisa segera teratasi. "Karena hanya kebijakan pemerintah pusat yang bisa menyelesaikan," tuturnya.

Sebuah petisi mendukung transportasi online muncul beberapa hari, pemilik akun bernama Tama Tama menguraikan bahwa transportasi online sudah dibutuhkan masyarakat Kota Malang, sejak diunggah tiga hari yang lalu. Sudah 1.670 orang membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan.

Sumber: Detik
Sudah dilihat 124 kali

Komentar