Kisah Penyintas di Palu Melahirkan di Tenda Pengungsian Tanpa Bantuan

16 August 2019, 10:09 WIB
3 0 169
Gambar untuk Kisah Penyintas di Palu Melahirkan di Tenda Pengungsian Tanpa Bantuan
Miris, ungkapan tersebut mungkin bisa mewakili kondisi ibu hamil dan melahirkan yang ada di shelter pengungsian Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Mulfiani (30) misalnya, karena keterbatasan biaya, akhirnya harus melahirkan sendiri di tenda pengungsiannya tanpa bantuan tenaga medis maupun dukun beranak.

Lebih dari itu, kain yang digunakan Mulfiani untuk membungkus bayi berjenis laki-laki itu agar tidak kedinginan, adalah baju bekas pemberian tetangganya yang kurang lebih bernasib sama dengan dirinya.

"Alhamdulilah, walaupun hanya baju bekas yang diberikan sesama pengungsi tapi saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tetangga yang sangat memperhatikan kami," kata Mulfiani dengan raut wajah sedih.

Kepada PaluPoso, Rabu (14/8), Mulfiani menceritakan bahwa pada Senin dini hari sekitar pukul 2.30 WITA, dia merasakan tekanan pada perutnya. Namun dia tidak ingin membangunkan suaminya yang terlihat tertidur pulas karena lelah bekerja seharian. Ia juga tak ingin meminta bantuan ke tetangga tendanya karena sungkan nantinya merepotkan mereka.

" Iya, kemarin (Senin) sekitar pukul 2.30 subuh saya merasakan ada tekanan di perut. Saya pikir hanya sakit biasa. Tapi semakin lama tambah sakit. Saya segan membangunkan suami dan tetangga. Karena mereka lelah setelah bekerja seharian. Akhirnya saya lahirkan sendiri. Alhamdulilah selamat juga," ujarnya sambil membelai-belai bayi yang baru saja dilahirkannya itu.

Setelah persalinan putra keduanya itu berhasil tanpa bantuan orang lain, Mulfiani kemudian membangunkan suaminya. Tangisan bayi tersebut akhirnya membangunkan beberapa tetangga dekatnya.

Suami dari Elman (30 tahun) yang berprofesi sebagai buruh serabutan tersebut mengaku, pasangan suami istri ini tidak mempunyai biaya untuk persalinan di rumah sakit.

" Usia kandungan saya sudah sembilan bulan. Tapi kami tidak punya uang untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit,” ujarnya.

Tetangga Mulfiani, Sri Tini (54 tahun) mengungkapkan, dia sempat melihat Mulfiani mengambil air di tempat penampungan pada sore hari sebelum melahirkan. "Aktivitas kami para wanita di tempat ini memang mengambil air. Saya tahu dia melahirkan setelah mendengar kabar dari sesama penyintas," kata Sri.

Menurut Sri, penyintas yang bermukim di shelter tenda pengungsi di sekitar Gedung Koni, sebelumnya tinggal di Jalan Komodo atau seputaran penggaraman Pantai Talise. Setelah tsunami menghancurkan rumah mereka, akhirnya mengungsi di sekitar Gedung Koni.

Sebelumnya kata Sri Tini, Dinas Kesehatan Kota Palu rutin mendatangi tempat mereka. Namun tiga pekan belakangan ini, pihak Dinas Kesehatan tidak pernah lagi berkunjung.

Olehnya, dia berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka. Utamanya ibu hamil, balita dan lansia.

" Kami meminta agar nasib anak-anak, ibu hamil agar diperhatikan juga. Sentuhlah kami, baju salinan bayi ibu Mulfiani saja hanya baju bekas dari sesama pengungsi," ujarnya.

sumber : kumparan.com, palu poso

  Komentar untuk Kisah Penyintas di Palu Melahirkan di Tenda Pengungsian Tanpa Bantuan

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Warga RW 22, Mergangsan Kidul Sulap Selokan Jadi Lahan Budidaya Ikan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  17 jam
  2. Viral Video Anak Merokok, Yayasan Lentera Anak : Pelanggaran Peraturan Dan Hak Anak

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Jagakarsa, Jakarta Selatan  |  28 May 2020
  3. New Normal Starter Pack

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cibeurum, Sukabumi Kota  |  30 May 2020
  4. Penyakit Cengkal

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kalipuro, Banyuwangi  |  30 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar

    Aceh Sukses Putus Rantai Penyebaran COVID

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  28 May 2020
  2. 2
    Komentar

    Kenali Panduan New Normal Perusahaan Saat PSBB

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cibitung, Bekasi Kabupaten  |  27 May 2020
  3. 2
    Komentar
  4. 1
    Komentar

    PERAN AKTIF SIBAT LEBARAN DI TENGAH COVID, BAGI MASKER UNTUK JAMAAH SHOLAT ID

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  31 May 2020