Kisah Ibu Endah dan Bayinya yang Tinggal di Tenda Bocor

55169 medium dm4kfrl4 rk4f 55170 medium fklrmg4 lf l4pf34 55171 medium hegu3hjdbhj3egdyegjkdb
Lima bulan bencana berlalu, persoalan yang dihadapi pengungsi di tenda tenda pengungsian kian memprihatinkan. Tenda sumbangan relawan yang ditempati pengungsi mulai lapuk dimakan waktu. Sementara, kepastian untuk pindah di tempat tinggal yang lebih manusiawi tak kunjung menemui kejelasan.
.
Ibu Endah (35), adalah salah satu pengungsi yang tinggal di tenda shelter Telkom, Jalan Thamrin Palu Timur. Ibu Endah yang bersama bayinya berusia dua bulan, bercerita betapa susahnya jika hujan deras mengguyur Kota Palu seperti yang terjadi beberapa hari lalu.
.
Tak hanya menyelamatkan bayinya agar tidak terkena hujan, ia juga harus memastikan dua anaknya tidak ikut basah. Kemudian ia juga harus menyelamatkan agar peralatan pakaian bayi dan tempat tidur mereka tidak basah. Namun saat hujan yang mengucur tak kenal ampun di malam buta semua perabotan bayi dan alas tidur tidak yang bisa diselamatkan. Basah semua.
.
Endah menceritakan, saat hujan, ia terus menggendong anak bayinya, sambil terus menerus bergeser menghindari air yang terus mengucur deras dari atas tenda. Semakin lama aliran kucuran air dari atap tenda makin deras. Ternyata, lubangnya banyak. Sementara dari bawah, air mulai merembes menyerbu alas tidur.
.
Wakil Koordinatir Lapangan Pengunsi Selter Telkom, Afriani (35) menuturkan sejak gempa, mereka tinggal di lapangan Vatulemo. Kemudian pemerintah memindahkan mereka ke lapangan Telkom. Ia berharap, mereka segera mendapat hunian baru di huntara. Ia mendengar lagi, mereka akan dipindahkan ke lapangan di Jalan S Parman. ''Itu artinya kami masih dari tenda ke tenda.
.
Inginnya ada tempat yang layak seperti huntara,'' pintanya. Pihak kelurahan sendiri aku Afriani belum memberikan jaminan huntara yang siap mereka tempati. Ia dan kawan-kawannya tidak keberatan jika akhirnya harus dipindah ke huntara di wilayah Kelurahan Tondo atau Layana. ''Tidak ada masalah, asalkan ada tempat tinggal yang lebih manusiawi,'' katanya lagi.

Sumber : InfoPalu
Sudah dilihat 73 kali

Komentar