Kisah Halim Penambal Ban Yang Terserang Strouke

30 October 2019, 08:37 WIB
7 10 311
Gambar untuk Kisah Halim Penambal Ban Yang Terserang Strouke
Halim seorang laki laki paruh baya, kami sambangi dalam kondisi tergeletak lemas tak berdaya di rumahnya, Gapangan kelurahan Mojopanggung, kemarin 28 Oktober 2019.

Sesekali terdengar rintihan dan tangisannya yang meratapi kondisi yang menimpa dirinya saat itu. Betapa tidak teriris hati ini ketika suaranya sontak terdengar tidak jelas dari mulutnya. Berubah Cadal tiba tiba. Kondisi ini diperparah karena Tangan kanannya ternyata tidak bisa digerakkan seperti biasanya. Butuh bantuan tangan kirinya saat akan membalas menjabat tangan kami. Mungin ini efek strouke yang menyerangnya.

Jito dan istrinya Ketua RW setempat adalah orang pertama yang melakukan penyelamatan awal , bersama Dion putra Halim mereka memberikan pertolongan pertama pada Halim saat terjatuh dikamar mandi.

Halim menolak keras saat kami mengajak ke Puskesmas setempat , " Emooong, isun wedi apan digowo Rumah Sakit " Ujar Halim tak jelas karena kondisi mulutnya yang mulai cadal. Betapa tidak ketakutan karena Halim khawatir sakitnya akan merepotkan anak ananknya terutama kwatir akan biaya rawat inap dan biaya hidup anak yang menunggunya selama di Rumah sakit. Bagaimana dengan adik bungsunya perempuan yang masih kelas 6 SD akan tinggal dirumah bersama siapa nanti. Ujar Dion terlihat sedih dan kwatir. "Jangankan biaya Rumah Sakit biaya buat makan pun kami bingung karena Ayah nggak kerja" Pungkas Dion sambil menunduk terlihat rautnya yang memilukan.

Halim adalah anggota Sibat Mojopanggung yang dulunya memiliki keahlian mengelas bekerja di proyek sebagai tenaga harian serabutan. Namun semenjak istrinya meninggal hampir 1000 hari lalu, Halim memutuskan berhenti dan beralih profesi menjadi Tukang Tambal Ban, dia tidak ingin terikat oleh waktu di tempat kerja buruh proyeknya, karena memikirkan bagaimana merawat anak anaknya. Kerjaan tambal ban pun tidak mencukupi untuk menyambung kehidupan mereka tambah Dion kepada kami.

Kini beban hidup mereka ada pada Dion putra Halim, remaja usia 19 tahun yang dulu putus sekolah memilih bekerja tidak tamat sekolah karena keterbatasan biaya . Dia memutuskan bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Namun Saat ini Dion belum bisa bekerja menggantikan ayahnya sebagai tulang punggung keluarga, karena masih merawat ayahnya. Dia sedih memikirkan adik perempuanya.

Besar harapan kami dengan mengunggah berita ini pembaca terketuk hatinya dan tergerakkan untuk mengulurkan bantuannya untuk keluarga Halim. Semata mata untuk meringankan beban Dion saudara kita. Donasi bisa kita salurkan melalui PMI banyuwangi atas nama bantuan untuk Halim Gapangan .

Kami segenap SiBat Mojopanggung berterimakasih atas uluran tangan pihak pihak yang sudah membantu kisah Halim. Smoga Alloh membalas dengan berlipat kebaikan.

Narahubung
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi Yulianingtias 082233887464
Sibat Mojopanggung
Relawan PMI Banyuwangi

  10 Komentar untuk Kisah Halim Penambal Ban Yang Terserang Strouke

Tulis komentarmu...

Mbak Ning

Pak wit kalo ada foto pada saat membeirikan bantuan langsung ke pak halim tlg dikirim k whatsapp sy ya pak. Mtrnwn. Nnti untuk bahan pnulisan sy berikutnya tentang bantuan yang sudah diberikan langsung pada pak halim.mtrnwn pak wit. Nnti japri WA nggih

Mbak Ning

Aamiin, mtrnwn doanya .ngapunten sy mengunggahnya krn mnitikberatkan warga bantu warga. Smoga ada respon. Aamiin

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa DKI Jakarta Tahun 2020

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Penjaringan, Jakarta Utara  |  14 Sep 2020
  2. Warung Digital Wirogunan "www.klarisan.com" tempat jualan online Warga Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Sep 2020
  3. Mimpi Kampung Dukuh Mengawali Masterplan di Kelurahan Gedongkiwo

    Abdul Razaq  di  Mantrijeron, Yogyakarta  |  14 Sep 2020
  4. Mapping Potensi Kampung Nyutran mengawali Masterplan Kelurahan Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 14
    Komentar

    Di Serbu Dokter-Dokter

    Indra Suryanto  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  13 Sep 2020
  2. 5
    Komentar

    Mimpi Kampung Dukuh Mengawali Masterplan di Kelurahan Gedongkiwo

    Abdul Razaq  di  Mantrijeron, Yogyakarta  |  14 Sep 2020
  3. 2
    Komentar

    Selesaikan Segmen Batas Desa Bermasalah, TPPBD Lutra Matangkan Agenda Ground Check

    Perkumpulan Wallacea  di  Wara, Palopo  |  12 Sep 2020
  4. 1
    Komentar

    FORMMAD WARNA BARU KEGIATAN OMS DI BOYOLALI

    Fafa Siregar  di  Wonosegoro, Boyolali  |  15 Sep 2020