KISAH DEWI ANJANI SANG PENGHUNI GUNUG RINJANI

67252 medium 66657833 2407638512626829 8034235226274136064 n

Karang Bajo ( SID). Dewi Anjani adalah seorang Putri Penghuni Gunung Rinjani Kisah ini di Ceritakan oleh Amak Sutari sang Pembaca Lontar di Karang Bajo Bayan, Cerita Legenda Doyan Nada menceritakan sejarah Asal Usul Nenek moyang kita suku sasak di Lombok yang mana Dewi Anjani anak kedua dari Datu Tuan sedangkan kakak kandungnya bernama Raden Nuna Putra janjak dari sejak lahir dia mempunyai kelebihan punya senjata memanah sedangkan dewi anjani lahir dengan di lengkapi dengan keris, setelah usia gadis Dewi Anjani di ajak oleh ayahnya membangun pertapaan di Puncak Gunung lambat laun gunung tersebut di beri nama gunung Rinjani yang di ambil dari nama Dewi Anjani.
Dewi Anjani sangat sedih melihat pulau Lombok yang belum banyak penghuninyan, pulau Lombok ini hanya di jejali oleh pohon kayu yang sesak ( sasak) oleh karena itu Dewi Anjani mengutus 40 orang bangsawan pengikutnya yang di pimpin oleh penghulu Alim, maka Penghulu Alim inilah yang mempunyai keturunan pertama yang bernama ( Doyan Mangan ) Kuat Makan selanjutnya dari keturunan Doyan Mangan inilah yang kemudian menurunkan tokoh tokoh di berbagai tempat di Pulau Lombok seperti Selaparang, Pejanggik, Langko dan Bayan,
Doyan Mangan adalah Raden Dewa Medaran adalah sosok yang sangat kuat, pernah suatu hari Penghulu Alim bersama Doyan Mangan menghadiri undangan pesta hitanan pada saat itu Doyan Mangan masi kecil, pada saat makan Doyan mangan terus minta nambah nasi sampai mamiqnya Penghulu Alim malu dan sejak saat itu di Beri nama Doyan Mangan saking kuatnya makan, setelah meranjak remaja Doyan Mangan di ajak oleh Penghulu Alim mencari Udang dan kepiting di kali dengan cara mengalihkan air kali maka salah satu cara agar isi kali itu bisa di ambil udang maka harus airnya di pindahkan maka Doyan Mangan mampu mengangkat beban yang kuat seperti pohon kayu dan batu besar dan alhasil udang dapat di peroleh. Doyan Mangan memang dari sejak kecil memang kuat makan maka dia sanggup membeli Padi milik warga borongan dengan lumbungnya bahkan mampu mengangkat lumbung padi itu ke rumahnya untuk kebutuhan sehari hari bersama ibunya.
Doyan Mangan dalam mengembara di hutan belantara bertemu dengan Tameng Muter dan Sigar Penjalin, Mereka bertiga di hutan belantara namun kehidupannya tidaknyaman karena selaludi ganggu oleh Raksasa, atas dasar itu mereka bertiga sepakat untuk membunuh Raksasa Palmunik di Goa Sekaroh, setelah Raksasa mati mereka kubur dan ternyata di dalam Goa itu di jumpai 3 orang putrid Cantik dari Pulau Jawa masing masing bernama Dewi Mas AriKencana ( Putri Kerajaan Maka Pahit ), Dewi Ni Ketir ( Putri Kerajaan Madura) dan Dewi Ayu Sasih ( Putri Kerajaan Jawa Tengah ),
Ketiga orang putra saat pertama bertemu dengan 3 orang putri raja, Doyan Mangan sengaja membedaki Dewi Mas Ari Kencana dengan tanah agar Nampak jelek, dan setelah keluar dari Goa Doyan Mangan menyuruh Tameng Muter dan Sigar Penjalin untuk memilih mana yang dia pinang untuk di jadikan istrinya, Doyan mangan bilang mana sisa pilihan saudara berdua itulah jodoh ku katanya, maka Tameng Muter memilih Ni Ketir untuk di jadikan istri karena Nampak cantik begitu pula Sigar Penjalin memilih Dewi Ayu Sasih karena dia Nampak Ayu dan Cantik dan terahir karena mukanya kotor dan jelek Doyan Mangan mengambil Dewi Mas Ari Kencana, setelah di sepakati masing masing punya pasangan Doyan mangan mengajak Calon Istrinya untuk mandi di sungai ternyata Dewi Mas Ari Kencanalah yang paling cantik di antara 2 temannya.
Setelah masing masing Punya Pasangan Perkembangan Selanjutnya Raden Sigar Penjalin mempunyai kelebihan pandai menyelesaikan perkara atau sebagai hakim yang adil sehingga masyarakat ter ayomi maka dia di Utus oleh Doyan Mangan untuk membangun Kerajaan di sebelah Utara Pulau Lombok Yaitu di Sembalun, sedangkan Tameng Muter mempunyai ke ahlian ilmu piker hingga mampu mengatur dan menata tata karma ke hidupan masyarakat sehingga dia di Minta tinggal di Jerowaru sedangkan Doyan Mangan punya kelebihan disamping kuat pisik dia juga cerdas, memiliki bakat memimpin, tegas dan tangguh maka Doyan Mangan bersama ayahnya Pengulu Alim memilih tinggal di Selaparang. ( Ardes )

Sudah dilihat 79 kali

Komentar