Ki Demang, Kopi Khas Petani Gunung Batu Bogor

8 April 2019, 15:37 WIB
5 3 191
Gambar untuk Ki Demang, Kopi Khas Petani Gunung Batu Bogor
Oleh : Husnul Khatimah

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Menyeruput kopi di cafe atau gerai-gerai kopi menjadi salah satu budaya kekinian yang makin digandrungi kaum urban sehingga gerai kopi pun terus bermunculan di berbagai daerah termasuk di Bogor.

Menyerebaknya budaya menyeruput kopi di gerai itu membuat petani di Gunung Batu, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor ikut mendirikan gerai kopi dengan nama Kopi Ki Demang.

Gerai Kopi Ki Demang ini merupakan gerai milik ketua kelompok tani Gunung Batu, Andika Andista. Disini Andika menawarkan kopi lokal hasil perkebunan kopi para petani di Gunung Batu sebagai menu utama gerainya.

"Ki demang awalnya memang dibentuk dari kelompok petani Gunung Batu untuk memperkenalkan kopi Gunung Batu kita buat buat cafe resto namanya Ki Demang," ujar Andika.

Andika menceritakan Ki Demang didirikan sejak dua tahun yang lalu dan menjadi gerai kopi pertama di kawasan sentra kopi Gunung Batu yang terkenal dengan objek wisata keindahan alamnya dan berada di atas ketinggian 800 meter.

Kopi hasil petani yang ditawarkan oleh Ki Demang antara lain kopi robusta, Arca, dan Catang Malang.

"Untuk penyajian Ki Demang saat ini gak terlalu penting soal cara penyajiannya seperti di kafe-kafe, kita kalau gak tubruk ya susu karena yang penting orang-orang udah mulai nyobain kopi daerah situ," kata Andika.

Soal perbedaan dengan kopi lainnnya menurut Andika kopi lokal Bogor secara umum seperti robusta sudah memiliki kekhasan tersendiri yang menjadi pembeda dengan kopi lainnya.

"Kopi Bogor sudah memiliki ciri khas khusus kalau orang kenal robusta identiknya kopi robusta itu pahit, kalau kopi robusta khas bogor pada rasa fruty dan ada rasa karamelnya, jadi yang gak biasa ditemui di robusta lainnya," tutur alumni Fakultas Pernian Universitas Padjadjaran ini.

Selain itu sambung Andika lokasinya yang berada di daerah ketinggian, di kawasan sentra kopi dan diracik serta disajikan oleh para petani juga menjadi pembeda lainnya gerai Kopi Ki Demang ini.

Sejauh ini kopi para petani yang dikenalkan melalui gerai kopi Ki Demang ini sudah mendapatkan hati bagi penikmat kopi bahkan hingga ke Amsterdam Belanda saat kopi Ki Demang hadir di sebuah festival kopi.

"Kemaren kita ikut festival kopi di Amsterdam itu respon mereka kaget ternyata kopi robusta bukan hanya pahit saja, stan kita disana penuh dari buka sampai orang tutup kita masih menyajikan karena banyak permintaan," katanya.

Ke depan Ki Demang dikatakan Andika akan mengembangkan industri kreatif di Gunung Batu yang bahan utamanya adalah kopi.

"Kita coba mamfaatkan industri kreatif di sekitar kopi kayak sabun kopi, pewangi kopi karena diantara kelompok petani Gunung Gatu ada generasi muda ya mungkin fashionnya bukan pertanian tapi di industri kreatif itu," tukasnya.

  3 Komentar untuk Ki Demang, Kopi Khas Petani Gunung Batu Bogor

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020
  3. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020
  4. Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    THE COLOURFULL RAJUMAS

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    Merdeka Mengajar Bukan Berarti Semau Gue.

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020