Ketua KPA Subang: Jangan Salahkan Kalau Nanti Ada Pengidap HIV AIDS

39129 medium 181115162701 ketua
KABUPATEN Subang yang menduduki peringkat keempat terkait penyebaran HIV AIDS-nya di Jawa Barat membutuhkan aksi nyata dari semua elemen dalam pencegahan dan penanggulangannya. Minimal melakukan sosialisasi dan tindakan pemeriksaan darah sehingga terdeteksi dini dan dapat dilakukan pencegahan.

“Jadi jangan takut dan jangan salahkah kalau dilingkungan PNS akhir ada yang mengidap HIV AIDS bila PKK atau Dharma Wanita-nya tidak bergerak melakukan sosialisasi,“ kata Ketua Harian KPA Subang, Drs. H. Abdurakhman pada rapat koordinasi dan evaluasi anggota KPA Subang, Kamis (15/11/2018) di Lotus Hotel Jalan Suprapto, Subang.

H. Abdurakhman yang juga menjabat Sekda Kabupaten Subang mengatakan, dari hasil temuan memang ada beberapa yang berstatus PNS dan yang paling memprihatinkan banyaknya usia produktif akibat pergaulan bebas dan melakukan seks menyimpang.

“Pelaksanaan program pengendalian akan mencapai hasil optimal bila seluruh pihat yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara konsisten,“ jelasnya.

Salah seorang pemateri dari Dinas Kesehatan Subang, Kabid. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Maxi, SH.,MH.Kes membenarkan kalau penyebaran HIV/Aids di wilayah kerjanya sudah sangat memprihatinkan, bukan karena jumlah yang ditemukan tetapi banyak yang beresiko tidak terpantau dan sudah menjalar ke ibu rumah tangga hingga balita.

"Empat bulan lalu ada yang kita tangani balita ditemukan positif dan akhirnya meninggal dunia. Bahkan pada tahun 2018 hingga bulan Juni temuan baru mencapai 123 kasus, sedangkan secara keseluruhan mencapai 1.766 orang," kata Maxi.

Dari jumlah sebanyak itu, 784 diantaranya berusia produktif atau 20-29 tahun usianya. Sedangkan pengidap HIV AIDS yang usianya dibawah 5 tahun sebanyak 52 orang. Yang lebih memprihantikan juga dukungan dana masih cukup minim, padahal untuk pemeriksaan dan pengobatan cukup besar.

“Kita sekarang berusaha melakukan TOP yakni temukan, obati dan pertahankan dengan rencana target 90-90-90. Siapapun bisa tertular HIV jika berprilakunya berisiko karena penampilan tidak menjamin dan satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian tertular atau tidak harus ada kesadaran tes HIV,“ pungkas dr. Maxi.

Galamedia: Dally Kardilan
Sudah dilihat 23 kali

Komentar