Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam ‘Memperlakukan’ Sikat Gigi

21463 medium toothbrush 571741 640


Meskipun tampak bersih, sikat gigi dapat menjadi ‘rumah’ untuk berbagai bakteri dan virus, bahkan beberapa jamur. Tipe bakteri yang terkandung di dalamnya juga beragam, dari yang menguntungkan sampai yang menimbulkan penyakit digigi dan gusi.

Merawat sikat gigi dengan benar merupakan kunci utama terhindar dari hal-hal yang merugikan kesehatan gigi dan gusi. Sayangnya, seringkali tanpa disadari Anda salah ‘memperlakukan sikat gigi dalam keseharian. Dilansir Foxnews, berikut adalah kesalahan yang dimaksud:

1. Simpan sikat gigi dengan jarak kurang 2 meter dari toilet
Kebanyakan orang menyimpan sikat gigi dalam kamar mandi. Namun, apakah Anda ingin gas pembuangan dari toilet berada dalam mulut? Karena itu, jauhkan tempat penyimpanan sikat gigi Anda dari toilet, paling tidak lebih dari dua meter.

2. Simpan sikat gigi dalam wadah plastik
Cara penyimpanan sikat gigi juga sangat berpengaruh terhadap kebersihan sikat gigi Anda dan bagaimana mikroba berkembang di dalamnya. Menyimpan sikat gigi dalam wadah plastik akan sangat berbahaya. Begitu pula meletakkan dalam gelas dan membiarkannya terbuka.

Disarankan untuk menyimpan sikat gigi dalam wadah yang terbuat dari kain, karena akan menyerap sisa air liur yang tertinggal di sikat gigi, juga menyerap kelembapan sikat gigi. Dengan cara ini Anda telah mencegah timbulnya bakteri baru pada sikat gigi.

3. Sterilkan sikat gigi dalam microwave
Ada beberapa orang yang menaruh sikat gigi dalam mocrowave dengan tujuan untuk mensterilkan. Kebanyakan sikat gigi terbuat dari plastik, silikon, dan nilon, artinya microwave akan menghancurkannya. Dengan memanaskan sikat gigi dalam microwave akan menyebabkan pelepasan bisphenol-A (BPA) yang ada pada plastik sikat gigi. BPA ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan infertilitas dan berbagai jenis kanker.

Untuk membersihkan sikat gigi Anda dapat mencucinya di bawah air mengalir menggunakan sabun kemudian tutup sikat gigi menggunakan bahan dari kain. Juga jangan lupa mengganti sikat gigi minimal empat kali dalam setahun.

4. Menganggap pasta gigi dapat membersihkan sikat gigi dari kuman
Pasta gigi yang normal tidak memiliki pengaruh terhadap bakteri dalam sikat gigi. Pada dasarnya, di dalam mulut kita terdapat miliaran mikroba baik, dikenal dengan nama microbiome yang melindungi mulut dari virus dan bakteri jahat. Tetapi microbiome ini dapat menjadi bakteri baik karena penggunaan pasta gigi yang menggunakan deterjen atau cairan pencuci mulut yang menggunakan alkohol.

5. Pasta gigi mengandung banyak bahan kimia
Hindari penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan kimia seperti sodium laurel sulfate atau triclosan copolymer, karena zat ini dapat mengiritasi mulut dan dapat melukai bagian dalam mulut. 

Jangan abaikan kesehatan dan kebersihan gigi agar tidak muncul masalah di kemudian hari. Ayo share beragam info sehat lainnya di AtmaGo, warga bantu warga.(kabar6)

Komentar