Kesal tidak diperlakukan khusus, warga bakal tutup TPA Burangkeng

51422 medium post 57790 2a22630e 6fcb 447f ab2b 552de3399dd1 2019 02 25t11 42 25.740 07 00
Warga Kesal lantaran tidak dapat perhatian khusus, warga sepakat akan tutup TPA Burangkeng. Pengakuan itu terlontar dari Aep, warga Kampung Jati, Desa Burangkeng.
"Kami tidak pernah diperhatikan padahal kami ini tinggal dekat tempat sampah. Kami maunya ada fasilitas kesehatan yang jelas, kompensasi, dan saluran air," tuturnya. Aep adalah satu dari banyaknya warga yang tenpat tinggal berdekatan dengan TPA tersebut.
Dari hasil musyawarah antara pihak Pemerintah Desa Burangkeng bersama warga Desa Burangkeng pada Senin (18/2/2019). Sekretaris Desa Burangkeng Ali Gunawan membenarkan jika memang banyak warga meminta tutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi ditutup.
"Intinya kami mah ingin ditutup saja ( TPA Burangkeng). Iya enggak di sana lagi, ini dari aspirasi warga. Soalnya berdasarkan hasil survei di lapangan rata-rata sebagian besar inginnya seperti itu," kata Ali saat dikonfirmasi, Senin (25/2/2019).
Penutupan TPA tersebut memang tidak mudah, ada alurnya yakni Pertama-tama, ada Tim 17 yang dibentuk dan beranggotakan gabungan dari Pemerintah Desa dan elemen masyarakat Desa Burangkeng.
Tim itu bertugas menampung aspirasi dan harapan warga secara menyeluruh terkait keberadaan TPA Burangkeng.
Hasil aspirasi itu ditampung dan dikirimkan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk dikabulkan.
"Intinya untuk membahas keinginan warga. Kemarin anggota tim sudah saya minta untuk mencari informasi apa saja keinginan warga dengan adanya TPA. Anggota tim sudah mulai bergerak mencari apa saja keinginan warga," ujar Ali.
Aspirasi warga terkait keinginan menutup TPA tersebut lantaran keinginan pembuatan saluran air, pembenahan jalan di sekitar TPA, pembenahan dan pemeliharaan kawasan TPA, pemberian uang kompensasi bagi warga Desa Burangkeng yang terdampak langsung sampah dari TPA, dan lainnya.
Jika sampai tidak dikabulkan, warga akan lakukan aksi lagi.
"Kalau memang itu (aspirasi) enggak dikabulin, kami aksi lagi, 14 hari lah (setelah surat aspirasi warga diajukan) kejelasannya," ujar warga setempat
sumber: kompas.com
Sudah dilihat 18 kali

Komentar