Kerja Serabutan, Cara Korban Gempa Palu Bertahan Hidup di Pengungsian

1 September 2019, 11:02 WIB
2 0 183
Gambar untuk Kerja Serabutan, Cara Korban Gempa Palu Bertahan Hidup di Pengungsian
Berbekal obeng di tangan, Indra, membuka kipas angin yang rusak. Ia lalu mengambil kuas, membersihkan sela-sela kipas angin yang kotor akibat banyaknya debu yang melekat pada dinamo kipas.

Setelah bersih, ia mulai mengidentifikasi kerusakan kipas. Usai menemukan kerusakannya, ia lalu mengutak-atik barang elektronik tersebut. Sejurus kemudian kipas angin sudah selesai diperbaiki dan dicoba kembali pada sumber listrik.
Ketika dicoba, kipas hidup dan berputar normal seperti sedia kala. Senyum semringah terlihat dari wajah Indra karena berhasil memperbaiki kipas angin yang mati total.

Demikian gambaran aktivitas keseharian Indra, penyintas yang tinggal di hunian sementara atau huntara di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (31/8).

Ayah dua anak ini mulai memperbaiki barang-barang elektronik yang rusak seperti kipas angin, televisi, kulkas, mesin cuci, dan lainnya baru sekitar tiga tahun lamanya.
Usaha jasa servis ini kembali dilakoninya di huntara pasca-hari raya Idul Adha 2019. Sebelumnya, usahanya ini sempat terhenti ketika gempa melanda Kota Palu. Alat-alat elektronik yang sudah diperbaiki maupun yang belum sempat diambil pemiliknya hancur tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa.

Kini, ia mulai merintis usahanya dengan membeli peralatan servis. Misalnya, obeng, solder, avometer, dan lainnya dibeli satu per satu dari hasil pekerjaannya sebagai sopir.

Keahlian serta keterampilannya dalam memperbaiki barang elektronik, diperolehnya secara otodidak. Sebelumnya, dia ikut pada orang yang membuka jasa perbaikan elektronik. Dari situlah, ia mulai belajar mengamati cara kerja dan memperbaiki barang elektronik yang rusak.

"Saya ini belajar otodidak, perbaiki barang elektronik," kata Indra.

ahkan, kata dia, untuk memperdalam keingintahuannya mengenai barang elektronik yang rusak, kadang ia membeli barang di loakan atau penjual barang bekas untuk dijadikan sebagai media belajar.

"Sudah banyak barang elektronik dinamo kipas terbakar waktu belajar," ujarnya.
Berkat ketekunan, keuletan, serta kemauannya yang kuat, Indra bisa menguasai keahlian tersebut. "Penting barang elektronik ada hubungannya dengan gulungan, bisa diperbaiki, sebab sudah tamat mempelajarinya," ujar Indra.

Berangkat dari keahlian yang diperolehnya secara otodidak tersebut, ia lalu mem-posting di media sosial Facebook. Selain itu, ia juga membeli barang-barang elektronik yang rusak, serta menawarkan jasa perbaikan dan menjualnya kembali setelah diperbaiki. Tentunya dengan harga jual lebih, setelah diperhitungkan alat dan ongkos kerjanya.

Ternyata, banyak warganet yang berminat dengan dagangannya. Sudah ratusan kipas dan alat elektronik lainnya yang telah ia jual.
Selain itu, satu lagi kelebihan yang ditawarkan Indra dari jual beli barang elektroniknya, yakni garansi.

Bagi konsumen yang membeli barang elektroniknya, Indra memberikan garansi selama tiga bulan, kalau sudah lebih dari tiga bulan bukan lagi menjadi tanggungannya. Untuk memperbaikinya kembali akan dikenakan biaya seperti semula, tergantung jenis dan tingkat kerusakannya.

Pekerjaan perbaikan elektronik ini merupakan pekerjaan nyambi yang dilakoni Indra, di sela waktu luangnya sebagai sopir kampas air mineral pada salah satu perusahaan di Kota Palu.

Dari pekerjaan nyambi inilah, ia memperoleh uang guna memenuhi belanja keluarganya sehari-hari di tengah menunggu gaji bulanan sebagai sopir.

"Alhamdulillah uang diperoleh bisa menutup biaya hidup hari-hari," ungkap Indra.

Dia berprinsip, yang utama mau belajar dan berani menghadapi risiko. Apa pun itu pasti berhasil, tidak perlu takut gagal.

Sumber : palupos.kumparan

  Komentar untuk Kerja Serabutan, Cara Korban Gempa Palu Bertahan Hidup di Pengungsian

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  2. "Gerakan Serentak Penegakan Protokol Covid-19" di Jalan Tamansiswa, Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Oct 2020
  3. Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  4. Ini Reaksi Tubuh Saat Covid19 Menyerang

    Muh Agung  di  Solokuro, Lamongan  |  18 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    NO ONE LEFT BEHIND

    Sulis Jember  di  Jember  |  13 jam lalu
  3. 2
    Komentar

    Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  4. 2
    Komentar

    Sebagian Kain Menghasilkan Mikroplastik Ketika Dicuci

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Songgon, Banyuwangi  |  18 Oct 2020