Kenali Gejala ADHD Pada Anak

59824 medium 20190428 133955
Apakah anak Anda megalami kesulitan untuk fokus? Anak dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) selalu gelisah dan mudah terganggu.

Terdapat berbagai gejala yang menandakan bahwa anak Anda memiliki ADHD, yaitu sebagai berikut, dilansir dari laman Webmd.

Tidak dapat memperhatikan
Salah satu gejala ADHD, anak kesulitan memperhatikan pembicara, mengikuti arah, menyelesaikan tugas atau menemukan barangnya sendiri. Dia mungkin sering melamun dan sering ceroboh. Atau dia menghindari aktivitas yang butuh konsentrasi penuh.

Hiperaktif
Gejala lainnya yaitu anak tidak bisa duduk lama-lama. Dia akan berlarian dan memanjat sepanjang waktu, baik di indoor maupun outdoor. Ketika ia duduk, ia akan menggeliat, gelisah, atau melompat-lompat. Dia juga akan banyak berbicara dan kesulitan bermain dengan tenang.

Impulsif
Anak dengan ADHD akan kesulitan jika diminta menunggu. Dia biasanya akan memotong pembiocaraan, mengganggu orang lain, atau mengemukakan jawaban padahal pertanyaan belum selesai diutarakan.

Penyebab ADHD

Anak dengan ADHD memiliki sedikit aktivitas otak bagian kontrol atensi. Mereka kemungkinan juga memiliki ketidakseimbangan bahan kimia di otak, yang disebut sebagai neurotransmitter. Masih belum jelas penyebab hal ini, namun ADHD juga penyakit keturunan.

Adapun metode untuk menstimulasi anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, Anda dapat membantunya belajar mengatasi frustasi dan membangun harga diri. Ada satu jenis terapi, yaitu pelatihan keterampilan sosial, dengan menunjukkan kepadanya cara bergiliran dan berbagi. Studi menunjukkan bahwa pengobatan jangka panjang dikombinasikan dengan obat dan terapi maka akan bekerja lebih baik daripada hanya menggunakan terapi obat-obatan.


Kebanyakan anak-anak dengan ADHD pergi ke sekolah umum, namun beberapa lebih baik melakukan homeschooling untuk mengetahui perkembangan anak lebih baik, atau pergi ke sekolah khusus untuk mempelajari keahlian yang ia miliki.

Anda dapat mengajarinya di rumah dengan perlakuan rutin. Misalnya, menempelkan post it yang bertuliskan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan anak seharian. Hal ini membantu anak tetap mengingat tugasnya. Kegiatan yang Anda masukkan juga dapat termasuk waktu bangun tidur, makan, bermain, mengerjakan PR, dan pergi tidur.

Meskipun beberapa studi mendapatkan hasil yang beragam, namun, beberapa ahli percaya bahwa makanan yang baik untuk otak akan sangat membantu. Misalnya yang tinggi protein, seperti telur, daging, kacang-kacangan, dapat membantu anak dalam berkonsentrasi. Anda juga dapat mengganti karbohidrat nasi atau roti dengan gandum. Konsultasikan hal ini pada dokter.

Masih belum ada kepastian dalam metode pencegahan ADHD pada anak, namun terdapat beberapa saran agar Anda dapat mengurangi resiko memiliki anak dengan ADHD. Yaitu ketika Anda hamil, hindari mengonsumsi obat-obatan, alkohol dan rokok. Anak-anak yang ibunya merokok saat hamil beresiko dua kali lebih banyak memiliki ADHD (dr. Sat)

Sumber: Sehatseru.id
Sudah dilihat 46 kali

Komentar