kenalan yuk dengan penerimaan santri baru di Ponpes Gontor

17 June 2019, 12:00 WIB
7 0 187
Gambar untuk kenalan yuk dengan penerimaan santri baru di Ponpes Gontor
Pernah denger Pondok Pesanteren (PONPES) Gontor, kalau kamu pernah bahkan kepengen tau bagaimana cara agar jadi santri di ponpes tersebut, kamu perlu banget baca ini. Saya akan menjelaskan seperti apa kehebohan masuk ponpes Gontor. Dari laman ngopibareng.id, diketahui rupa-rupanya jadi santri ponpes Gontor tidak mudah, perlu melewati beberapa tahapan seleksi dan tempat diadakan penseleksian juga tidak dekat.
Lebih dekat dengan Ponpes Gontor, saya akan jelaskan hal yang sekiranya penting.

1. Jumlah peminat di Ponpes Gontor puluhan ribu.
Nah... Makanya nggak salah kalau kepingin jadi santri ponpes Gontor nggak mudah, peminatnya sampe bejibun begitu, dan para peminat bukan hanya dari wilayah setempat, melainkan dari semua wilayah se indonesia raya. Kualitas dan lulusan gontor yang memang memiliki nilai lebih bisa jadi membuat banyak para pelajar kepingin jadi santri di sana. Ada 10.000 santri putra-putri tingkat aliyah atau setara dengan SMA tercatat lakukan pendaftaran. Sabtu 15 Juni 2019 mereka ikuti tes tulis, setelah menyelesaikan tes wawancara, wawasan keislaman, kecakapan membaca Alquran dan menulis huruf Arab. Semua kegiatan ini dilaksanakan dalam satu pekan terakhir.

2. Banyak orang tua tinggal di pondok dampingi anaknya lakukan tes masuk.
Nah.. Lantaran memakan waktu yag cukup panjang lantaran kegiatan tes dihabiskan dalam waktu satu oekam tersebut, terpaksa mau tidak mau para orang tua harus ikut mondok, tapi mondoknya hanya untuk mendampingi tes tersebut, bukan untuk ikutan mondok mengenyam pendidikan yah. Kalau yang dompetnya tebal, bisa menyewa hotel, tapi jika minim pondok menyediakan tempat untuk para orang tua beristirahat. Dari info ngopibareng.id didapat Rosyidi asal Jakarta yang ikut dampingi anaknya katakan sejak senin yang lalu sudah dampingi anaknya yang bernama Ahmad mengikuti tes di Gontor.

3. Lokasi tes berbeda
Rosyidi tuturkan, tes lisan dengan tulis lokasinya berbeda. Untuk tes lisan dilakukan di Pondok Gontor II sedang tes tulis di Pondok Gontor I. Untuk berpindah ke Pondok I yang jaraknya sekitar 6,2 km, peserta tes diangkut menggunakan truk bak terbuka.
"Mirip karnaval, dan anak-anak senang. Mungkin ada yang tidak pernah naik truk," kata Rosyidi melalui telepon dari Gontor.
Melirik jumlah santri, Hudayah salah satu panitia penerimaan santri baru tahun ajaran 2019 katakan dari tabun ke tahun peminatnya meningkat.
"Santri yang diterima, murni hasil seleksi yang dilakukan secara transparan," kata Hudayah.
Transparansi dilakukan Saat mendaftar, siswa harus datang sendiri tidak boleh diwakilkan. Berapa jumlah calon santri yang diterima, akan disesuaikan dengan kapasitas pondok dan nilai hasil tes.
"Jadi yang menentukan diterima atau tidak adalah siswanya sendiri. Ukurannya kemampuan akademik dan kedisiplinan" terang Hudayah.
yang telah lulus Ujian Masuk Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI), diberi kesempatan ikuti Program Ujian Lanjutan, yaitu ujian akselerasi ke kelas yang lebih tinggi jika memenuhi syarat-syarat tertentu, di antaranya memiliki kemampuan dengan bekal keilmuan yang cukup untuk duduk di kelas yang lebih tinggi dari kelas 1 KMI.

4. Ada 2 lembaga khusus santri putra dan putri.
Kalau untuk santri putra, ada Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah, yakni Lembaga pendidikan khusus santri putra tingkat menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. KMI didirikan pada 19 Desember 1936, setelah Pondok Modern Darussalam Gontor berusia 10 tahun.
Dan kalau untuk santri putri, ada Kulliyatul Mu'allimat Al-Islamiyyah (KMI), yakni Lembaga pendidikan khusus santri putri tingkat menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah.
Lebih jauh lagi mengenai KMI, akan meeujuk pada Pendiriannya, KMI Pondok Gontor Putri merupakan wasiat para Pendiri PMDG. Maka sesuai keputusan Badan Wakaf PMDG, pada tanggal 7 Rabiul Awwal 1411, Pondok Modern Gontor Putri resmi didirikan di Mantingan, Ngawi.
Pesantren putri ini berjarak 100 km dari Pondok Modern Gontor. Kurikulum dan program pembelajaran Gontor Putri serupa dengan KMI Gontor. Pondok Modern Gontor Ponorogo Jatim didirikan KH. Ahmad Sahal, KH. Zainudin Fananie; KH. Imam Zarkasyi, pada 20 September 1926. Pondok Gontor yang diasuh oleh Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan KH. Hasan Abdullah Sahal.

Selengkapnya:
https://www.ngopibareng.id/timeline/perjuangan-menjadi-santri-pondok-moderen-gontor-tes-diangkut-deng-1987020#.XQbasRK-OpY.facebook

  Komentar untuk kenalan yuk dengan penerimaan santri baru di Ponpes Gontor

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!