Kemacetan Malang Butuh Solusi Penyelesaian Cepat

22555 medium img 20180312 wa0066
https://sudarnosite.wordpress.com/2018/03/12/survei-392-responden-menyatakan-kemacetan-segera-di-selesaikan/

Click here ☝

Bahwa kemacetan merupakan permasalahan yang banyak di keluhan oleh responden dari survei yang saya lakukan, agar calon kepala daerah yang memenangi pemilihan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain kemacetan, permasalahan yang segera di selesaikan oleh calon kepala daerah adalah adanya keterbukaan informasi publik. Keterbukaan informasi publik merupakan permasalahan yang menurut responden untuk mendapatkan perhatian dari calon yang terpilih, ada 14,63% responden yang berpendapat demikian. Selain kemacetan, keterbukaan informasi publik responden mengatakan bahwa layanan publik juga perlu untuk mendapatkan perhatian dari calon kepala daerah yang terpilih. Ada 12,2% yang menjawab demikian,te layanan publik. Hal ini mengindikasikan bahwa pada pemerintahan yang lalu, 3 (tiga) hal isu tersebut yaitu kemacetan, keterbukaan informasi publik dan layanan publik merupakan persoalan yang belum dapat di selesaikan, sehingga masyarakat berharap agar, dalam pemilihan kepala daerah yang akan dilakukan mampu menjawab permasalahan tersebut.

Calon seperti apa yang nantinya akan dipilih oleh pemilih? Ternyata responden menjawab 37,21% akan memilih pemimpin yang responsif. Hal ini mengisyaratkan bahwa masyarakat Kota Malang menginginkan kepala daerah yang mampu merespon dinamika yang terjadi di masyarakat. Mungkin hal ini terinspirasi dari kepemimpinan seperti walikota Kota Surabaya. Selain pemimpin yang responsif, responden juga menginginkan pemimpin yang tidak korupsi, hal ini memperoleh 23,26% pemilih dalam survey. Setelah itu adalah pemimpin yang jujur memperoleh 20,93% yang akan dipilih oleh responden. Responsif, tidak korupsi dan jujur merupakan kriteria yang menduduki 3 (tiga) besar yang akan di pilih. Tentunya para calon perlu untuk menyiapkan strategi dalam berkomunikasi dengan masyarakat, harus bagaimana agar sesuai dengan kriteria yang di inginkan oleh masyarakat Kota Malang. Kepemimpinan yang seperti ini (responsif, tidak korupsi dan jujur) merupakan sebuah kemutlakan mengingat maraknya kasus korupsi dan suap yang melibatkan kepala daerah, masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir di masyarakat ketika masyarakat sedang berjibakudengan permasalahan yang dihadapi.

56,1% responden menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui dan memahami visi dan misi para calon kepala daerah. Ini menjadi persoalan tersendiri ketika ada harapan bahwa pemimpin yang dipilih secara kebijakan apa yang akan di lakukan, tetapi landasan untuk menyusun kebijakan tersebut responden tidak memahaminya. Sehingga hal ini akan mengawatirkan adanya jumlah golput pada pilkada yang akan berlangsung ketika pemilih rasional tidak mampu mengetahui visi dan misi calon yang akan dipilih.

76,74% responden sepakat, bahwa kampanye dalam bentuk dialog sangat mereka harapkan, sehingga hal ini untuk menjawab ketidak tahuan responden atas visi dan misi calon peserta pilkada. Selain dengan , peran media online juga sangat berperan signifikan menurut responden. Responden mengatakan bahwa media online adalah media yang paling mudah untuk di akses dalam mengetahui informasi tentang pilkada di Kota Malang ini. Responden yang menjawab ini

55,81%. Selain media online, Facebook juga berperan penting dalam akses informasi atas Pilkada d Kota Malang, 20,93% responden menjawab tentang hal ini. Sehingga menurut saya para calon pesertanya pilkada perlu untuk memaksimalkan media online dan Facebook dalam mendiskripsikan visi,misi dan program strategis yang di kampanye kan selain dengan berdialog.

Kontrak politik merupakan tool atau alat untuk memastikan bahwa nantinya calon peserta pilkada tidak hanya menebar janji-janji politiknya. Kontrak politik mendapatkan 51,16% jawaban dari responden. Dalam hemat saya, hal ini mungkin di latarbelakangi dengan adanya kekwatiran responden bahwa janji-janji politik sekedar janji politik tanpa adanya realisasi atas janji politik tersebut. Selain kontrak politik, responden menjawab akan berdialog kepada calon pilkada yang memenangi perhelatan pilkada ini. Responden yang menjawab hal tersebut berjumlah 23,26%. Asumsi saya, dengan berdialog dengan peserta yang menang, responden ingin memastikan bahwa janji politiknya akan di realisasikan dalam kebijakan yang akan di ambil saat memerintah.

Komentar