Kelurahan Mustikasari dan 8 Lainnya dapat Prioritas atasi Kawasan Kumuh

46027 medium screenshot 20190114 063336
329 lahan kumuh di BekasI bakal kena penataan, hal ini langsung dikatakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, penataan akan dilakukan tahun ini. Diketahui sebelumnya ada 443 Lahan kumuh, dan dari angka itu baru 114 Hektar yang selesai dapat penataan.
"Masih tersisa 329 hektar kawasan kumuh dari 443 hektar sejak tahun 2017," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Minggu (13/1)
329 lahan kumuh ada di 56 kelurahan yang ada di 12 kecamatan dengan luas lahan 21.049 hektar. Dengan begitu, Bekasi menargetkan kawasan kumuh itu akan selesai tertata pada 2019.
Guna menata lahan kumuh tersebut, sebanyak Rp 1,5 miliar di gelontorkan ke kelurahan pada tahun 2019 ini.
Wali kota Bekasi ucap jika ada 9 kelurahan yang diprioritaskan dapat dana tersebut guna penataan kawasannya.
"Tahun ini kita targetkan ada sembilan kelurahan yang menjadi prioritas penataan," katanya.
Sembilan Kelurahannya yakni: Kelurahan Jatisari, Kelurahan Mustikasari, Kelurahan Harapan Mulya, Kelurahan Medan Satria, Kelurahan Bantar Gebang, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Pejuang dan Kelurahan Teluk Pucung. Ditambah program kotaku dari pemerintah pusat.
Maka dari itu, kata dia, setiap bantuan yang didapat dari pemerintah pusat dimanfaatkan untuk penataan drainase, penyediaan air bersih, penataan lingkungan, dan bedah rumah.
Selain itu, untuk mempercepat penanganan kawasan kumuh juga menggunakan anggaran APBD Kota Bekasi.
Penataan kawasan kumuh ini sesuai aturan yang tertuang dalam UU No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman tentang penyelenggaraan kawasan pemukiman, pemeliharan dan perbaikan, pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh, penyediaan tanah, pendanaan dan sistem pembiayaan, peran masyarakat.
Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar menambahkan, luas kawasan kumuh yang ada di setiap titik bervariasi. Mulai dari 5 hektar hingga 10 hektar.
"Untuk mengubah kawasan kumuh menjadi kawasan sehat, sejumlah sarana dan prasarana harus dilakukan perbaikan," katanya.
Salah satu kawasan disebut kumuh, kata dia, ada tujuh indikator, di antaranya minimnya pembangunan infrastruktur jalan lingkungan kawasan tersebut, saluran air, sanitasi, penambahan ruang terbuka hijau, penanganan sampah, proteksi kebakaran dan bangunan. "Kebiasaan masyarakat buruk juga harus diubah," tegasnya.

Sumber:
https://metro.sindonews.com/read/1370154/171/tersisa-329-hektar-tahun-ini-bekasi-bakal-tata-kawasan-kumuh-1547401564
Sudah dilihat 70 kali

Komentar