Keluarga Sejahtera Dengan Keluarga Berencana

warga di sekitar Anda di Gubeng, Surabaya
65831 medium post 70527 81d5e299 65dc 4636 9364 f76db338c5ad 2019 07 07t16 01 43.924 07 00
Dengan semakin meningkatnya populasi warga dunia, banyak negara terutama yang masuk ke dalam kategori negara berkembang, termasuk Indonesia menganjurkan bahkan menerapkan peraturan yang mengharuskan penduduknya membatasi jumlah anak di dalam keluarga, salah satunya dengan cara kontrasepsi. Kontrasepsi diperlukan dalam merencanakan, mengatur, dan menunda kehamilan.

Seperti yang sedang digemborkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat 4 ‘Terlalu’ yaitu;
(1) terlalu muda;
(2) terlalu tua;
(3) terlalu banyak;
(4) jarak terlalu dekat, berisiko terhadap kehamilan maupun kesehatan fisik serta sosial janin di kemudian hari.

Beberapa alat kontrasepsi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya penularan infeksi menular seksual. Kontrasepsi dapat dilakukan dengan metode alamiah maupun dengan alat. Pemilihan alat kontrasepsi juga disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kita. Alat kontrasepsi juga ada yang berupa hormonal maupun non hormonal. Berikut macam macamnya :

1. Kalender atau Cek Suhu Basal (Alami)

Keluarga berencana secara alami dilakukan dengan menghindari hubungan seksual saat wanita sedang dalam masa paling subur (biasanya 14 hari sejak hati pertama menstruasi). Mendeteksi masa subur dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti perhitungan kalender, memeriksa suhu tubuh, serta perubahan cairan vagina.

Kelebihan: tidak butuh biaya, alat, maupun obat apa pun.

Kekurangan:

Membatasi hubungan seksual yang dilakukan secara spontan.

Kesalahan perhitungan dapat mengakibatkan seperempat orang yang menerapkan cara ini mengalami kehamilan.


2. Pil KB

Pil KB merupakan alat kontrasepsi yang paling umum digunakan dan mengandung hormon progestin dan estrogen untuk mencegah ovulasi. Pil ini dikenal dalam dua jenis utama, dari yang mengandung progesteron saja dan pil kombinasi progesteron-estrogen.

Kelebihan:

Sangat efektif. Tingkat kegagalan hanya 8%.

Melancarkan haid dan mengurangi kram saat haid, dapat juga menghentikan haid, tergantung jenisnya.

Kekurangan:

Tidak melindungi pengguna dari penyakit menular seksual.

Dapat mendatangkan risiko seperti meningkatnya tekanan darah, pembekuan darah, bercak darah, dan payudara mengeras.

Beberapa wanita dianjurkan tidak mengonsumsi pil KB, misalnya: yang memiliki riwayat penyumbatan pembuluh darah, sakit jantung, gangguan hati, kanker payudara atau rahim, migrain hingga tekanan darah tinggi.

3. Kondom Pria

Kondom pria mencegah kehamilan dengan menghalangi masuknya sperma ke dalam tubuh wanita.

Kelebihan:

Tidak mahal.

Melindungi pengguna dari sebagian besar penyakit menular seksual.

Mudah didapatkan.

Kekurangan:

Tingkat kegagalan mencapai 15%, terutama jika kondom tidak digunakan dengan tepat.

Sekali pakai.

4. Suntik KB

Terdapat dua jenis suntik KB. Suntik KB yang bekerja selama tiga bulan untuk mencegah kehamilan, dan suntik KB yang bekerja selama 1 bulan.

Kelebihan: Lebih efektif dan praktis dari pil KB, dengan tingkat kegagalan 3%. Jika digunakan dengan benar, tingkat kegagalan pada suntik KB 1 bulan lebih rendah yaitu kurang dari 1%.

Kekurangan:

Relatif mahal.

Suntik KB bulanan perlu memerlukan waktu kunjungan rutin per bulan ke dokter atau bidan.

Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Dapat menyebabkan efek samping seperti bercak darah.

Beberapa wanita tidak dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi ini dalam beberapa kondisi, misalnya: memiliki riwayat migrain, diabetes, sirosis hati, maupun stroke dan serangan jantung. Selain itu, tidak disarankan juga untuk wanita yang ingin mempertahankan haid secara rutin.

5. Implan

Kontrasepsi ini berupa benda kecil seukuran dan berbentuk seperti batang korek api yang dimasukkan ke bagian bawah kulit, umumnya pada lengan bagian atas. Implan ini secara perlahan  mengeluarkan hormon progestin yang berfungsi mencegah kehamilan selama 3 tahun.

Kelebihan:

Sangat efektif dengan tingkat kegagalan kurang dari 1%.

Dapat bertahan hingga 3 atau 5 tahun.

Kekurangan:

Relatif mahal.

Dapat menyebabkan efek samping seperti haid tidak teratur.

Dapat menyebabkan memar dan bengkak di awal pemasangan.

Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

6. IUD

IUD adalah singkatan dari intrauterine device. IUD adalah plastik berbentuk huruf T yang diletakkan di dalam rahim yang berguna untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur. Ada dua jenis utama IUD:

IUD yang terbuat dari tembaga, seperti ParaGard, dapat bertahan hingga 10 tahun.

IUD yang mengandung hormon, seperti Mirena, perlu diganti tiap 5 tahun sekali.

Kelebihan:

Tidak memerlukan perawatan rumit.

Tahan lama.

Kekurangan:

ParaGard dapat menyebabkan haid tidak lancar.

Dapat lepas.

Dapat menyebabkan efek samping.

Biaya mahal di awal.


7. Kondom Wanita

Kondom wanita berbentuk plastik yang menyelubungi vagina. Terdapat cincin plastik di ujungnya yang berperan untuk menyesuaikan posisi. Kondom wanita ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria.

Kelebihan:

Memberikan perlindungan dari penyakit menular seksual.

Menjaga suhu tubuh lebih baik dibanding kondom pria.

Kekurangan:

Kurang efektif dibanding kondom pria.

Dapat menimbulkan bunyi yang mengganggu.

Sekali pakai.

Tingkat kegagalan 21%.


8. Spermisida

Spermisida adalah produk yang diaplikasikan di dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Produk yang berbentuk jeli, krim, membran, atau pun busa ini mengandung bahan kimia yang dapat membunuh sperma.

Kelebihan: tidak mahal dan mudah digunakan.

Kekurangan:

Beberapa jenis perlu diaplikasikan 30 menit sebelum berhubungan seksual.

Jika terlalu sering digunakan, dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi penyakit seksual menular.

Umumnya perlu digunakan bersamaan dengan alat kontrasepsi lain.

Tingkat kegagalan sekitar 29%.


9. Diafragma

Diafragma terbuat dari karet berbentuk kubah yang ditempatkan pada mulut rahim sebelum berhubungan seksual. Biasanya digunakan bersama dengan spermisida.

Kelebihan: tidak mahal.

Kekurangan:

Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Tingkat kegagalan 16%, terutama jika tidak dikenakan dengan tepat.

Pemasangan harus dilakukan dokter.

Harus dilepas saat haid.


10. Cervical cap

Berbentuk seperti diafragma, tapi dengan ukuran lebih kecil. Alat yang digunakan bersama dengan spermisida ini ditempatkan untuk menutup jalan masuk ke rahim.

Kelebihan: tidak mahal dan dapat digunakan hingga 2 hari.

Kekurangan:

Tingkat kegagalan 30% pada wanita yang sudah memiliki anak, dan 15% bagi yang belum memiliki anak.

Pemasangan harus dilakukan dokter.

Harus dilepas saat haid.

Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.


11. Koyo Ortho Evra

Koyo ini ditempelkan pada kulit dan diganti seminggu sekali selama tiga minggu. Koyo harus dilepas pada minggu keempat. Koyo bekerja dengan melepaskan hormon yang sama efektifnya dengan yang terdapat dalam pil KB.

Kelebihan:

Tidak perlu repot mengingat untuk mengonsumsi pil.

Melancarkan haid dan meminimalkan kram saat haid.

Kekurangan:

Relatif mahal.

Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Dapat menyebabkan efek samping yang serupa dengan efek samping pil KB.

12. Cincin vagina

Cincin vagina atau NuvaRing berupa cincin plastik yang digunakan di dalam vagina. Cincin plastik ini berfungsi melepaskan hormon yang sama seperti pil KB.

Kelebihan:

Hanya perlu diganti sebulan sekali.

Melancarkan haid.

Kekurangan:

Relatif mahal.

Dapat menyebabkan iritasi dan efek samping.

Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

13. Penarikan

Kehamilan dapat dicegah secara alami dengan menarik penis keluar sebelum terjadi ejakulasi.

Kelebihan:

Tidak membutuhkan biaya, alat, ataupun hormon.

Tingkat kegagalan 4%.

Kekurangan:

Kadang tidak dapat dilakukan dengan tepat.

Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.


14. Kontrasepsi darurat

Merupakan suatu jenis alat kontrasepsi yang digunakan sesudah hubungan seksual dan sebelum terjadinya implantasi sel telur yang dibuahi pada rahim. Alat kontrasepsi ini digunakan pada keadaan:

> Kesalahan pemakaian alat kontrasepsi: kondom bocor atau lepas, diafragma sobek, salah hitung masa subur, lepasnya AKDR, lupa minum pil KB >2 hari, terlambat suntik KB 1 bulan >1 minggu, terlambat suntik KB 3 bulan >2 minggu

> Perempuan korban perkosaan kurang dari 72 jam.


Alat-alat kontrasepsi di atas semua nya bersifat sementara. Selain cara di atas, ada metode kontrasepsi yang bersifat  permanen yang disebut vasektomi dan tubektomi. Pada dasarnya tindakan keduanya sama, yaitu dengan menyumbat saluran reproduksi baik dengan memotong dan mengikat maupun memasang cincin. Meski memerlukan operasi, tapi cara ini hampir 100% efektif.

Pada umumnya, setelah mencermati berbagai pilihan alat kontrasepsi, memilih yang sesuai dan disiplin serta patuh mengikuti petunjuk penggunaan dapat meningkatkan efektivitas perlindungan alat ini dalam mencegah kehamilan. Atmaguys bisa konsultasikan hal ini ke dokter di rumah sakit terdekat ya! Be smart parents, guys!


Sumber :

https://doktersehat.com/mengenal-berbagai-jenis-alat-kontrasepsi/

https://www.alodokter.com/memilih-alat-kontrasepsi.html

https://www.go-dok.com/jenis-jenis-alat-kontrasepsi-dan-penjelasan/

https://beraniberencana.com/metode-kontrasepsi/kontrasepsi-arm-implant-apa-sih-itu/




Sudah dilihat 50 kali

Komentar