Kekeringan Dua Desa di Brebes Sudah Ekstrem

30515 medium 26965


BREBES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes memetakan, ada dua desa di wilayahnya yang diprediksi mengalami kekeringan ekstrem. Sesuai prakiraan cuaca, dua desa ini tidak turun hujan selama dua bulan lebih secara berturut-turut.

Dua desa itu di antaranya Desa Cimunding Kecamatan Banjarharjo dan Songgom Lor Kecamatan Songgom. "Data sni sesuai edaran dari BMKG Semarang yang kami terima pada 31 Juli lalu. Diperkirakan desa Cimunding dan Songgom Lor akan mengalami kekeringan ekstrem dari Agustus sampai September. Bahkan bulan Juli kemarin dua desa itu saat tidak turun hujan," ujar Kepala BPBD Brebes, Eko Andalas saat dikonfirmasi, kemarin (15/8).

Kepala BPBD menambahkan, dari pengamatannya, sejak 1 Juli hingga pertengahan Agustus ini, di daerah tersebut memang tidak pernah hujan. Ini artinya, sudah sebulah setengah mengalami kekeringan dan menyisakan beberapa hari lagi. Dia berharap kondisi ini tidak terus berlarut-larut dan bisa segera turun hujan dalam waktu dekat.

"Dua desa itu diperkirakan dari bulan Agustus sampai September nanti sama sekali tidak turun hujan. Perkiraan BMKG ini kekeringan yang parah ada di dua desa itu. Kalau di desa-desa lain, mungkin September akan turun hujan," tambahnya.

Selain dua desa tersebut, ada sejumlah desa lain yang akan mengalami kekeringan sangat panjang. Daerah-daerah ini diperkirakan tidak hujan selama satu sampai dua bulan. Kekeringan karena kemarau panjang ini, terang Eko, akan berdampak pada surutnya sumber-sumber air warga, baik sumur maupun sungai. Untuk itu Eko mengimbau agar hemat dalam penggunaan air.

"Desa-desa ini akan alami kekeringan sangat panjang karena selama dua bulan berturut turut tidak hujan. Kami dari Pemkab dan instansi lain seperti PMI dan Kepolisian siap memberikan bantuan air bersih bagi yang membutuhkan," ucapnya lagi.

Desa yang masuk katagori akan mengalami kekeringan sangat panjang adalah Desa Losari, Kecamatan Losari; Desa Nambo dan Malahayu Kecamatan Banjarharjo; Desa Bantarkawung Kecamatan Bantarkawung; Desa Notog Kecamatan Songgom; Desa Tanjung Kecamatan Tanjung; Desa Bulakamba dan Banjaratma Kecamatan Bulakamba; dan Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan.

Forecaster BMKG Tegal Lailia Asnaeni menyampaikan selama kemarau ini, suhu di wilayah Tegal dan sekitarnya termasuk Brebes ada di angka 21 derajat celsius dan tertinggi pada angka 34 derajat celcius. Untuk menghadapi musim kemarau, masyarakat diminta untuk lebih bisa menghemat pemakaian air bersih dan hati-hati pada lahan kering untuk tidak membakar sampah sembarangan.

"Angka tersebut untuk musim kemarau saat ini masih sebatas kategori normal, secara resmi BMKG belum mengeluarkan pastinya namun, pasti sebatas normal," tandasnya. (Radartegal.com)
Sudah dilihat 40 kali

Komentar