Kegiatan Pelatihan Guru Tanggap Bencana SMPN SATAP 1 Kayangan

20 February 2019, 19:21 WIB
0 0 157
Gambar untuk Kegiatan Pelatihan Guru Tanggap Bencana SMPN SATAP 1 Kayangan
Bencana gempa bumi besar di Lombok Utara memang sudah berlalu sekian lama. kurang lebih sudah 7 bulan yang lalu dan kita sudah mulai tahap pembangunan kembali gedung-gedung yang rubuh oleh gempa. Sekolah kami di SMPN SATAP 1 Kayangan juga sudah mendirikan ruang belajar semi permanen yang sudah dioperasikan sejak awal semester yang lalu. Semua sudah terasa kembali normal.

Hari ini Rabu 20 Februari 2019 sekolah kami bekerja sama dengan Dompet Duafa menyelenggarakan kegiatan pelatihan guru tanggap bencana. Acara berlangsung dari pukul 8:00 Wita sampai dengan 16:00 wita. Ruangan yang dipakai adalah ruang kelas di SMPN SATAP 1 Kayangan yang disesuaikan untuk acara pelatihan. Meskipun ada sedikit keterlambatan pembukaan karena menunggu pemateri, acara berjalan dengan baik dan lancar.

Acara dibuka langsung oleh Pengawas UPTD Kayangan dan Kepala Sekolah SMPN SATAP 1 Kayangan. Dalam sambutannya bapak kepala sekolah sangat mengapresiasi dompet duafa karena telah menginisiasi acara pelatihan guru tanggap bencana. Beliau juga berpesan agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan mampu mengimplementasikan keterampilan yang didapat untuk meningkatkan pelayanan sekolah terhadap peserta didik.

Pada sesi pertama pembicara menyampaikan tentang pentingnya mitigasi bencana di Indonesia. Indonesia yang berada pada posisi yang rawan bencana gempa karena terletak di area patahan lempeng dan memiliki banyak gunung berapi. Selain gempa bumi masih banyak fenomena alam yang dapat mengakibatkan bencana antara lain banjir, kekeringan, angin, dan tanah longsor.

Sesi kedua dimulai setelah peserta selesai menunaikan ISOMA. Pada sesi ini banyak dibahas mengenai bagaimana sekolah sebagai satuan pendidikan dapat melakukan mitigasi bencana. Dalam hal ini diberikan 3 pilar yang dapat dilakukan sekolah yaitu: pembangunan fasilitas sekolah yang layak, manajemen sekolah yang baik, dan integrasi mitigasi bencana dalam kurikulum pembelajaran di sekolah.

Menurut sebuah peneliitian disebutkan faktor utama penyebab sebuah fenomena alam menjadi bencana adalah korupsi. Fakta ini sangat mencengangkan tetapi setelah diurai oleh pembicara memang masuk akal. Kualitas bangunan yang dibangun apabila anggarannya dikorupsi memang sangat buruk dan berisiko apabila terjadi fenomena alam seperti gempa. Perilaku korup ini memang sangat berdampak besar dan merusak segala sendi kehidupan kita. Maka dari itu pendidikan anti korupsi sejak dini harus diberikan secara terus menerus.

Oleh: Lalu A. Vitgar S.Si.
Baca artikel lain tentang SMPN SATAP 1 Kayangan di: https://satapsatukayangan.wordpress.com

  Komentar untuk Kegiatan Pelatihan Guru Tanggap Bencana SMPN SATAP 1 Kayangan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  4. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 7
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020