KEDAI SAMPAH "ISTIQOMAH" PUSAT STUDI PENGOLAHAN SAMPAH BEKAS DAN KERAJINAN

11 September 2019, 11:47 WIB
3 2 141
Gambar untuk KEDAI SAMPAH "ISTIQOMAH" PUSAT STUDI PENGOLAHAN SAMPAH BEKAS DAN KERAJINAN
Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktifitas manusia maupun proses alam. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menyebabkan volume, jenis dan karakteristik dari sampah semakin beragam. Pengelolaan sampah yang terjadi selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, Syariful Anam, S. Adm seorang warga Dusun Pagutan Desa Pagutan Kecamatan Batukliang yang memiliki kepedulian tentang masalah sampah yang menjadi persoalan besar di lingkungannya berinisiatif memulai untuk mencoba mengolah sampah yang ada di lingkungannya.Pak Anam menyulap kedai yang sebelumnya dibuat untuk berbisnis kuliner menjadi sebuah tempat yg orang lain akan berpikir sedikit "kotor" karena menjadi tempat mengumpulkan sampah, baik organik maupun anorganik.

Sedikit demi sedikit beliau memberikan edukasi tentang pengolahan sampah kepada masyarakat dilingkungannya. Target edukasi pertama dilakukan kepada sekelompok masyarakat yang tergabung dalam wadah "Sekolah Perjumpaan". Usaha edukasi tersebut sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Masyarakat mulai memahami bagaimana menjadikan sampah yang selama ini menjadi masalah besar di buat menjadi hal yang bahkan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Masyarakat mulai memiliki pemahaman begitu pentingnya memilah dan mengolah sampah menjadi bernilai. Sampah organik diolah menjadi pupuk cair, yang memiliki kandungan yang sangat bagus untuk tanaman.

sampah anorganik pun dibuat menjadi produk yg bernilai ekonomis seperti bros dan lainnya. sedangkan , sampah organik juga bisa dijadikan media dan pakan untuk budidaya cacing, belut dan lainnya. Artinya tidak ada sampah yang terbuang percuma.

Sekarang ini kedai Istiqomah yang didirikan oleh Pak Anam mulai didatangi banyak penggiat sampah dari luar desa maupun luar daerah untuk berbagi pengetahuan tentang pengolahan sampah. Kedai Istiqomah Juga sekarang ini menjadi sekretariat LKSO(Lintas Komunitas Sejahtera Organik NTB dan Sekolah Perjumpaan(SP).

" kami berharap semakin banyak penggiat sampah dan kedepannya dan menjadi solusi masalah sampah yang selama ini menjadi momok masyarakat": tegas beliau.

  2 Komentar untuk KEDAI SAMPAH "ISTIQOMAH" PUSAT STUDI PENGOLAHAN SAMPAH BEKAS DAN KERAJINAN

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

MUHAMAD

semoga kegiatan yang telah dilaksanakan di tempat ini dapat ditiru oleh Desa desa yang lain.

Hazman Hadi

Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Syarifil Anam dan semua pihak baik dari komunitas maupun individu yg ikut terlibat didalamnya mengorbanan waktu, ilmu, pengalaman maupun tempat demi mewujudkan masyarakat yg sehat dan cerdas serta lingkungan yg Asri.

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  3. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020
  4. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    GempaBumi Magnitud 4,9 Guncang Lebak, Terasa Hingga Sukabumi

    Andrian Volunteer  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  17 Feb 2020