Kebanyakan pendaftar SMP, Kota Bekasi bakal kehilangan beberapa SD

64441 medium post 69309 62a68de3 73e1 4217 ae5e 2a802cd5165e 2019 06 22t06 03 53.108 08 00
Pendafraran siswa ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) membludak, Dinas Pendidikan Kota Bekasi bakal hapus sekolah dasar (SD) tahun ajaran 2019-2020. Nantinya siswa yang kena dampak merger bisa bergabung dengan sekolah SD terdekat.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Bekasi Sri Yulianti katakan merger dilakukan lantaran saat ini jumlah lulusan SD tidak sebanding dengan daya tampung SMP negeri yang ada di Kota Bekasi.
Dengan adanya merger, fasilitas gedung bekas sekolah yang dimerger bisa dimanfaatkan untuk unit sekolah baru (USB) SMP negeri.
"Sekarang kan jumlah SMP negeri baru menampung 31% lulusan SD. Padahal, peminat-nya yang masuk sekolah negeri banyak," kata dia, Jumat (21/6).
Lokasi-lokasi yang belum memiliki SMP Negeri bakal jadi incaran merger, yakni di Rawalumbu, Jaka Setia, dan Pondok Melati.
"Tiga wilayah itu belum punya SMP negeri, jadi siswa kesulitan mencari sekolah negeri di daerah sekitar," tambahnya.
Diketahui Kota Bekasi memiliki 111 SD negeri yang menjadi target merger. Nantinya diringkas jadi 50 sekolah. Jadi, ada 61 USB SMP negeri. Saat ini, jumlah sekolah SD negeri berjumlah 418 sekolah. Dengan adanya merger, tentunya akan berkurang menjadi 357 sekolah.
Tentu dalam lakukan merger ada nenerapa pertimbangan seperti aspek meliputi geografis, infrastruktur, efisiensi pelayan-an, dan jumlah siswa.
"Tapi muridnya tidak ke mana-mana. Misalnya, ada SD 1, 2, 3, 4 dalam satu kompleks. Karena terlebih dahulu yang berdiri adalah SD 1, siswa SD 2, 3, 4, ikut gabung ke SD 1. Gurunya tetap, hanya terjadi pengurangan kepala sekolah dan kepengurusan sekolah," jelas Yuli.
Selengkapnya:
Media Indonesia (Bekasi Merger 61 SD Guna Tampung Siswa SMP)
Sudah dilihat 35 kali

Komentar