Kartini Bekasi Berlomba Memodifikasi Hidangan Tempe Untuk Hadapi Ramadan

59384 medium wtir0yyqmxvm7icpxg5nnkpd8nhi65wgxkqqqshi
Kamis, 18 April 2019, ibu-ibu di Kabupaten Bekasi telah mempersiapkan itu, tepatnya menyiapkan kudapan di bulan penuh keberkahan.

Uniknya, tidak sembarang makanan yang disiapkan, melainkan semua masakannya berbahan tempe. Tempe untuk Ramadan ini dipersiapkan kaum ibu pada peringatan Hari Kartini di Gedung Swatantra Wibawamukti, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat.

Para ‘Kartini Bekasi masa kini berlomba membuat berbagai makanan dari tempe yang dimodifikasi. “Kenapa harus tempe? Karena lebih terjangkau, mudah didapat, sederhana. Namun jika diekploitasi akan banyak makanan baru yang bisa diciptakan dari memodifikasi tempe,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bekasi, Ida Farida.

Peserta lomba memodifikasi tempe ini berasal dari warga, kemudian para perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, serta gabungan organisasi wanita se-Kabupaten Bekasi. Selain memasak, digelar juga lomba merias wajah dan tata busana yang diikuti para pegawai negeri.

Diungkapkan Ida, menjelang Ramadan, biasanya ibu-ibu seringkali bingung mengatur menu makanan. Oleh karena itu ia meminta agar peserta yang berpartisipasi bisa memanfaatkan pangan lokal dari berbagai resep makanan yang diperlombakan.

“Kami berharap hidangan tempe atau sayuran bisa dimodifikasi dengan inovasi di tangan terampil ibu-ibu, agar bisa disajikan begitu bagus, begitu nikmat. Mudah-mudahan ini menjadi kekuatan pangan lokal di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Ida berharap dengan adanya lomba kreasi olahan sayuran dan tempe dapat menambah khazanah makanan tradisional dan juga sebagai makanan khas daerah.

“Dengan tidak mengurangi standar gizi yang memenuhi, ternyata dengan uang Rp50.000 kaum perempuan bisa berkreasi, juga bisa memberikan hidangan menu kepada keluarganya. Dengan harga tempe yang relatif murah dan standar gizinya juga sangat bagus, rasanya juga tidak kalah luar biasa,"ucapnya.

Menurut Ida, banyak perempuan di Kabupaten Bekasi yang berkiprah untuk memajukan kaum perempuan. Diantaranya dengan meningkatkan status sosial melalui pendidikan dan kegiatan lain yang bermanfaat. [Pikiran Rakyat]
Sudah dilihat 32 kali

Komentar