Kapolri dan Panglima TNI Yakinkan Pemilu di Jabar Aman dan Damai

57803 medium img20190410085329
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR SELATAN, AYOBOGOR.COM—Apel Gabungan Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu Polda Jabar dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto di Jalan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Rabu (10/4/2019).

Kehadiran petinggi Polri dan TNI itu untuk mengecek lansung persiapan personel, sarana, dan prasarana pengamanan pemilu untuk meyakinkan masyarakat bahwa Polri dan TNI siap mengawal pilpres dan pileg di wilayah Jabar.

"Kita gelar pasukan untuk mengecek kesiapan personel dan kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam rangka pemilu baik legistatif maupun pilres untuk meyakinkan masyarakat bahwa TNI Polri siap mengawal proses pemilu aman damai dan sejuk," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mewakili Kapolri.

Agung menuturkan, selama proses pilpres dan pileg Polda Jabar menurunkan sebanyak 24.230 personel Polri dan 10.600 TNI yang tersebar di seluruh Tempat Pemungutan Suara.

"Itu jumlah personel sementara, tapi kalau perlu tambahan kodam siap gerakan seluruh pasukan cadangan yang ada di kodam tiga," kata Agung.

Dia mengatakan, pengamanan pemilu di Jabar terutama dalam bentuk pencegahan telah berjalan seperti dengan menghidupkan kembali siskamling dan patroli. Mendekati hari pencoblosan dan masa tenang kampanye pengamanan ini akan ditingkatkan.

Dia menegaskan, selama pemilu, jika ditemukannya oknum yang merusak keamanan ataupun melakukan intimidasi akan ditindak tegas dan diproses hukum.

"Kita negara hukum landasannya hukum apabila ada orang siapapun juga yang mengancam mengintimidasi memaksa maka akan berhadapan dengan hukum dan proses hukum sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Hal yang sama, sambung Agung, juga berlaku untuk sebaran konten-konten hoaks di media sosial. Jika ditemukan melanggar hukum akan ditindak tegas.

"Di media sosial sering beredar hoaks tapi proses hukum yang dilakukan Polda sudah cukup banyak termasuk pilkada ada 21 yang diproses hukum. Kita harus mengutamakan persatuan silahkan memilih dengan hati masing-masing tetap rukun dan guyub," tukas Agung.

Sudah dilihat 50 kali

Komentar