Kamu Merasa Takut Menikah? Atau Takut Terlibat Dalam Hubungan Percintaan?

28871 medium post 37976 4399f966 4f1f 42e4 bf4f 0aa2bd718a84 2018 07 26t14 58 19.633 07 00
Assalamualaikum Atmaguys, sejenak kita refleksi diri dulu nih yaa, mengenai ketakutan yang kerap kali terjadi pada generasi milenial ini. Cinta dan Pernikahan adalah hal yang sangat diidamkan setiap pasangan. Hidup berdua, menjalani senang sedih berdua tentu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi pasangan yang ingin menikah. Namun beberapa orang justru takut untuk berkomitmen dalam sebuah hubungan asmara, terlebih lagi dalam ikatan pernikahan. Rasa takut yang mereka hadapi bukanlah rasa takut biasa, bahkan bisa disebut sebagai phobia akibat ketakutan yang berlebih. Disebut apakah jenis phobia terhadap cinta dan pernikahan? Wajarkah memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap cinta dan pernikahan?

Gamophobia adalah rasa takut untuk menikah, berada dalam suatu hubungan asmara, atau komitmen. Lawan dari “gamophobia” yaitu ‘anuptophobia’ (takut menjadi jomblo atau hidup menjomblo). Seseorang yang memiliki gamophobia tetap bisa menyukai atau mencintai seseorang, namun ketika mereka mengetahui bahwa orang yang mereka sukai juga menyukai dan mencoba menjalin hubungan dengan mereka, justru muncul ketakutan pada diri mereka dan ada kemungkinan rasa suka yang dimiliki berubah menjadi rasa benci. Menariknya, penderita gamophobia ini sebenarnya ingin menikah, namun perasaan tersebut tertutup oleh rasa takut yang mencegah keinginan untuk menikah.

Di dalam ilmu psikologi, terdapat salah satu jenis phobia yaitu bernama Philophobia. Kata philophobia berasal dari Yunani, philo (cinta) dan phobia (takut). Sehingga penyakit philophobia ini meruapakan penyakit mental yang mana terjadi pada seseorang terutama pada wanita yang merasa takut untuk jauth cinta ataupun dicintai. Pada dasarnya, penderita penyakit ini sama seperti manusia pada umumnya yang memang pernah merasakan jatuh cinta namun hanya saja dirinya selalu menghindar dengan hal yang berkaitan dengan cinta.

Mereka juga ingin untuk dicintai, namun di dalam batinnya selalu ada ketakutan berlebihan. Penderita penyakit ini biasanya melalui sendiri pengalaman tersebut ataupun mengetahuinya dari orang lain sehingga membuat dirinya merasa gelisah, takut, bahkan menunjukkan permusuhan. Selalu berprasangka buruk mengenai apapun yang berkaitan dengan cinta.


Penyebab Gamophobia dan Philophobia

Salah satu sumber dari rasa takut akan cinta dan pernikahan adalah pengamatan pribadi, misalnya saja pengamatan dari pernikahan orang tua individu. Konflik yang terjadi pada orang tua yang terjadi dari pertengkaran biasa hingga menjadi caci maki akan menjadi pengamatan buruk bagi penderita gamophobia. Penderita ini akan mulai merasa takut untuk menjalani sebuah hubungan, komitmen, dan pernikahan karena takut akan berakhir seperti pengamatannya.
Rasa takut ini akan muncul dan menjadi suatu obsesi. Pemikiran negatif mengenai buruknya pernikahan disertai rasa takut yang berlebihan menjadi pemicu penderita hingga menjadi phobia. Pemicu dari rasa takut akan pernikahan juga bisa terjadi karena ketakutan akan lawan jenis, bentuk tubuh yang tidak bagus, ketakutan akan telanjang, ketakutan berhubungan badan atau ketidakmampuan dalam menyalurkan perasaan. Meskipun perasaan penderita gamophobia ataupun philophobia mengatakan ingin dicintai dan menikah, namun rasa takut menguasai pikiran mereka hingga membuat mereka berfikir bahwa hubungan yang melibatkan perasaan cinta dan pernikahan adalah sesuatu yang harus dihindari bagaimanapun caranya.

B. Tanda-Tanda Penderita Philophobia dan Gamophobia

Ada beberapa tanda-tanda ataupun gejala yang terlihat jelas dari penderita penyakit philophobia, antara lain adalah:

1. Merasa ketakutan untuk memikirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan cinta.

2. Menjauhkan diri dari hal-hal yang berpotensi cinta.

3. Jika berpapasan dengan segala sesuatu yang berpotensi sebagai cinta maka penderita akan mengalami gejala-gejala seperti resah, panik gugup, ketakutan, melarikan diri, berpeluh, pening, benci dan lainnya.

4. Pada kondisi tertentu, penderita merasa jika dirinya bisa mati jika merasakan jatuh cinta.

5. Penderita akan berusaha mengelakkan diri dari segala hal yang dipikirkannya akan berkaitan dengan cinta.

6. Penghindaran diri yang sangat mengganggu aktivitas sehari hari yang dimilikinya, misalnya karena takut merasakan jatuh cinta maka membuat dirinya mengurung diri di dalam kamar bahkan tidak ingin bertemu dengan orang lainnya.

Cara Mengatasi Penyakit Philophobia dan Gamophobia

Setelah membaca penyebab dan tanda-tanda seseorang mengalami penyakit philophobia, berikut ini adalah cara -cara yang mudah diikuti untuk mengatasinya, antara lain:

1. Belajar Dari Masa Lalu

Ketika anda mengalami hubungan percintaan yang gagal, maka ada saatnya jika Atmaguys belajar dari kegagalan yang ada. Coba ingat kembali apakah hal yang menjadi penyebab dari kegagalan yang terjadi tersebut. Pelajari kegagalan yang ada dan jadikan hal tersebut sebagai modal untuk memperbaiki hubungan di masa yang akan datang. Masa lalu yang lalu memang sudah dianggap berlalu. Meskipun kamu melupakannya namun ingatlah untuk belajar dari masa lalu yang ada. Kegagalan bisa mungkin terjadi kedepannya dan tidak terhindarkan.

2. Membuang Pikiran-Pikiran Negatif

Di saat Atmaguys akan memulai sebuah hubungan lagi, biasanya akan muncul beberapa pikiran negatif. Misalnya saja, kamu menganggap jika pasangan baru kamu tersebut tidak benar benar menyayangimu, akan pergi meninggalkan kamu ataupun bahkan akan mengkhianati. Untuk mengatasi hal tersebut, Atmaguys harus membuat segala pikiran negatif yang ada. Buang jauh-jauh pikiran negatif tersebut. Jangan menutup pikiran anda karena tidak semua kenyataan sesuai dengan pikiran anda.


3. Beranggapan Jika Jatuh Cinta dan Menikah Akan Membuat Bahagia

Jangan menuruti rasa takut untuk jatuh cinta. Pada dasarnya, jatuh cinta akan membuat anda merasa bahagia. Mungkin ada kalanya jatuh cinta bisa membuat anda merasa sedih dan mengalami masalah. Namun setiap masalah yang ada selalu memiliki solusi yang ada. Yang terpenting adalah niat anda untuk bisa mendpatkan kebahagiaan. Sehingga jangan ragu untuk merasakan jatuh cinta lagi.

4. Berusaha Lebih Terbuka

Hindari diri untuk bisa menutup serta berlama-lama mengurung dengan penyakit philophobia. jangan ragu untuk mencoba membuka diri serta beraktifitas dengan orang orang baru. Dari hal tersebut nantinya anda bisa melihat jika dunia ini ramai serta semua orang di dunia pasti membutuhkan cinta. Ketika kamu menemukan orang baru yang lebih menarik jangan ragu untuk membuka diri. Biarkan dirimu berkembang serta perasaan anda mengalir begitu saja.

Nah itu tadi penjelasan mengenai penyakit Philophobia dan Gamophobia, ciri cirinya, serta cara mengatasinya. Tentu saja hal ini jangan dibiarkan begitu saja yang dapat menyebabkan penyakit menjadi lebih kronis dan menganggu kehidupan sehari-hari. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Atmaguys sekalian.



Referensi :

https://www.fearof.net/fear-of-commitment-phobia-gamophobia/

https://dosenpsikologi.com/penyakit-philophobia

https://m.merdeka.com/teknologi/philophobia-adalah-fobia-terhadap-cinta.html

https://www.gulalives.co/jangan-terlalu-lama-mendendam-bahaya-gamophobia-mengancam/

https://sehatnesia.com/1234/anda-takut-menikah-awas-gamophobia/
Sudah dilihat 156 kali

Komentar