KAJIAN RISIKO BENCANA I

11 January 2019, 10:09 WIB
3 0 235
Gambar untuk KAJIAN RISIKO BENCANA I
Kajian
Kajian Risiko Bencana merupakan tahap awal dalam proses pemetaan kebencanaan untuk menemukan jenis bencana yang pernah terjadi / dialami oleh masyarakat dalam suatu kawasan. Kajian Risiko Bencana bertujuan untuk mengindentifikasi ancaman, Kerentanan dan Kapasitas masyarakat sebagai dasar menyusun aksi pengelolaan risiko bencana.
Proses kajian Risiko Bencana yang dilakukan selama 2 hari di Desa Prabu Kecamatan Pujut (Rabu tanggal 9 – kamis tanggal 10 Januari 2019) dengan melibatkan berbagai pihak dan unsur masyarakat agar hasil yang didapat sesuai dengan kondisi desa setempat tanpa mengurangi hasil dari kajian yang dilakukan. Dari proses yang dilakukan secara pertisipatif tersebut diharapkan didapat beberapa aspek penilaian seperti Aspek Fisik dengan Probilitas (kemungkinan) bencana akan terjadi diwaktu mendatang, luas wilayah yang terdampak secara langsung. Aspek Sosial meliputi frekwensi akan terjadi ditahun mendatang, tingkat keseringan terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, Rentang watu /berapa lama kejadiannya. Luasan Dampak meliputi jenis, jumlah dan luas kerusakan yang diakibatkan oleh bencana tersebut seperti : Tanaman, Ternak, Sarana Umum dan rumah/tempat tinggal, Jumlah KK yang mengalamai kerugian dan banyak tidaknya dampak lanjutan. Penyebab, meliputi ada atau tidak tanda-tanda awal sebelum kejadian. Korban (Jumlah orang yang menjadi korban seperti meninggal, luka berat dan luka ringan). Kerugian : masyarakat diajak untuk mengindentifikasi jumlah kerugian yang ditimbulkan seperti Rumah, Tanaman, Hewan serta Pasilitas umum. Selain itu masyarakat juga diharapkan mampu melihat dari aspek ekonomi dan kondisi desa (topografi desa). Selain melakukan kajian secara umum, masyarakat juga diajak untuk melakukan transek (Kunjungan lapangan) untuk melihat dan mengenali secara langsung lokasi-lokasi yang terdampak dan mungkin terdampak ketika bencana itu terjadi yang dituangkan dalam sketsa peta sebagai bahan pembuatan peta tematik kebencanaan.
Alur Sejarah Kebencanaan
Tujuan dari Kajian tersebut adalah pengenalan tentang potensi bencana yang ada di desa prabu, sejarah bencana yang pernah terjadi, bentuk antisipasi, meningkatkan kesadaran tanda-tanda bencana, dampak bencana bagi individu, keluarga, dan komunitas, cara penanganan, serta bagaimana cara menyelematkan diri dari bencana karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi, baik itu bencana alam ataupun sosial. Pengetahuan tentang kebencanaan ini sangat perlu diberikan kepada masyarakat desa prabu untuk dapat menekan risiko bencana dalam menekan dampak yang ditimbulkan baik korban jiwa maupun kerugian yang ditimbulkan, karena desa Prabu merupakan kawasan baru desa dampingan Program Berugak Dese, dimana desa ini merupakan salah satu dari Sembilan desa yang masuk dalam program KPPN (Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional) di Lombok Tengah.

  Komentar untuk KAJIAN RISIKO BENCANA I

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. VERIFIKASI NO HP TERDAFTAR UNTUK PROGRAM KJP PLUS DAN KJMU

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Jatinegara, Jakarta Timur  |  6 Apr 2020
  2. PENDAFTARAN DAN PENGKAITAN REKENING KJP PLUS DAN KJMU KE JAKONE MOBILE

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cilincing, Jakarta Utara  |  6 Apr 2020
  3. BAHU MEMBAHU, PUSKESMAS BONJERUK DAN PEMDES LAWAN COVID-19

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  1 Apr 2020
  4. Keseriusan Warga BTN Kopang dalam Pencegahan COVID - 19

    narma  di  Kopang, Lombok Tengah  |  6 Apr 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    FAMILY QUALITY TIME.

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Apr 2020
  2. 4
    Komentar
  3. 4
    Komentar

    Penyerahan Masker Dan Hand Sanitizer Di Daerah Bogor Dan Puskesmas Tanah Sareal

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Tanah Sareal, Bogor Kota  |  1 Apr 2020
  4. 3
    Komentar

    PEMBEBASAN SANKSI ADMINISTRATIF KENDARAAN BERMOTOR

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  1 Apr 2020