KAHMI Kabupaten Serang Mencari Sosok Pemimpin Baru

62743 medium post 67943 42356b6c 9f3d 4f75 b3a5 7fe5f74420c5 2019 06 01t00 17 30.343 07 00
Kabupaten Serang | Kahmi Kabupaten Serang mengadakan buka bersama. Dalam kesempatan tersebut juga menyantuni anak anak yatim. Hadir dalam kesempatan tersebut, MN Kahmi Nasional diwakili Ismet, Majelis Penasehat MW Kahmi Banten KH. Sofian Rosada, Koordinator Presidium MW Kahmi Banten H. Udin Saparudin, Jumat (31/5/2019).
Dalam rangkaian acara yang sama, juga diselenggarakan diskusi lepas dengan mengusung tema ‘mencari formulasi pemimpin daerah yang transformasional di Kabupaten Serang’. Sekedar untuk diketahui, kegiatan bukber puasa dan santunan snak yatim merupakan agenda rutin yang dilakukan satu kali dalam satu tahun.
Dalam suasana diskusi, MN Kahmi Ismet memberikan pandangan bahwa, masyarakat saat ini masih pada pusaran pragmatisme dalam memilih. Namun, masih bisa dirubah melalui peran partai politik. “Masih ada waktu untuk partai bisa merumuskan pilihan-pilihan,” ujar Ismet.
Ismet berharap, ada Kader HMI atau MD Kahmi Kabupaten Serang yang tampil sebagai sosok yang siap maju dalam perhelatan Pilkada Kabupaten Serang. “Yang mumpuni di perhelatan Pilkada Kabupaten Serang kedepan,” katanya.
Dikesempatan yang sama, Majelis Penasehat MW Kahmi Banten KH. Sofian Rosada berharap, Provinsi Banten khususnya Kabupaten Serang menjadi daerah maju. Sebagaimana masa kejayaan kesultanan Banten. “Banten atau Kabupaten Serang ingin maju. Kembali  pada sejarah kesultanan Banten,” katanya.
Sofian juga bersyukur, karna Banten melalui kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim terlihat progres pembangunannya. Salah satunya dengan pembangunan simbol sejarah Provinsi Banten. “Saya bangga hari ini bahwa Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Wahidin Halim sudah menunjukan dengan dibangunnya simbol sejarah Kesultanan Banten,” katanya.
“Meyakini bahwa Banten akan kembali pada kejayaanya, ditambah dengan Kader HMI yang turut membantu sabgai agen perubahan sangat penting untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang berakhlakul karimah,” tambahnya.
Sementara itu, bicara soal politik, Presidium MW Kahmi A. Jazuli Abdillah menilai, demokrasi saat ini, baik pilgub atau pilbup dan pilkot, masih berpihak pada pemilik modal. Sementara para aktivis sosial tersingkirkan. “Kahmi dan HMI sebagai civil society berada pada ‘midle class’ yang memediasi dan menjernihkan kepentingan masyarakat berada di atas kepentingan lainnya,” katanya.
Presidium MD Kahmi Kabupaten Serang Dwi Nopriadi Atma Wijaya menegaskan, bahwa diskusi soal isu kepemimpinan, politik, bagian dari komitmen Kahmi sebagai civil society yang terdidik untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, bahwa mencari format pimpinan daerah tranformasional harus berangkat dari kekuatan moral. #AtmaGoBanten #RamadhanBerbagi
Sudah dilihat 30 kali

Komentar