Juru parkir di Pemkot Tangerang suka 'malak' pengendara

10532 medium juru parkir di pemkot tangerang suka malak pengendara


Juru parkir liar di depan Kantor Pusat Pemerintah Kota Tangerang, berinisial EK (26), yang kerap memungut uang dengan tarif tinggi ditangkap tim saber pungutan liar (pungli) Polres Metro Tangerang.

Pria asal Kupang tersebut ditangkap karena sering memaksa dan mengancam pemilik kendaraan jika tidak mau membayar. Apalagi, korbannya pada Selasa (7/2) telah melapor.

Berawal ketika seorang pemilik mobil memarkirkan kendaraannya di Jalan Satria Sudirman, depan Puspem Kota Tangerang, sekitar pukul 21.30 WIB. Kemudian pelaku menagih uang parkir sebesar Rp 15 ribu, sambil memberi karcis parkir sebesar Rp 5.000.

Korban pun hanya memberi uang sesuai tarif karcis. Namun pelaku menolak, dan mengancam akan memukul korban jika tidak membayar.

"Kalau enggak mau bayar gua panggil temen-temen gua," ujar EK mengancam.

Karena takut, korban akhirnya membayar Rp 15 ribu seperti yang diminta pelaku. Atas pemerasan tersebut, korban pun melapor ke saber pungli. Akhirnya EK ditangkap saat sedang memarkirkan kendaraan di Puspem.

Wakapolres Metro Tangerang AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, EK melakukan pungli dengan menggunakan karcis parkir palsu dengan tarif Rp 5000. Namun, dia kerap meminta uang parkir seberar Rp 15-100 ribu.

"Kalau tidak dikasih dia memaksa dan mengancam. Dalam sehari, omzetnya sebesar Rp 1 juta," katanya, Selasa (14/2).

Erwin menambahkan, pelaku membuat sendiri karcis tersebut. Dia beroperasi bersama kelompoknya di sejumlah tempat parkir di Kota Tangerang. "Ada beberapa rekannya yang masih DPO. Kita masih cari," tandasnya.

Dari tangan tersangka, diamankan 3 lembar karcis parkir roda dua warna hijau, uang tunai Rp 526 ribu. Tersangka diancam pasal 368 KUHP tentang pungli dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.
Sumber: merdeka.com
Sudah dilihat 110 kali

Komentar

  • 292 new thumb data

    mari dukung tim saber pungli. laporkan segera jika terjadi pungli. kunyah rasa takut kita, karena kita benar...